Pagi ini, Ibu Ana Dei tampil dengan senyum manisnya sebagai pembina upacara. Isi amanatnya sangat bagus dan maknanya tepat sasar. Ia mengatakan sekolah menjadi baik bukan karena guru yang hebat. Bukan pula karena fasilitas lengkap dan bangunan megah. Siswa dan siswi yang berkarakter ikut menentukan seluruh proses pembelajaran di sekolah.
Guru yang bekerja dengan hati akan dibuktikan dalam pengabdian yang total. Siswa yang belajar dengan hati akan mendapat hasil yang memuaskan, pungkas ibu Ana Dei. Untuk lebih jelasnya lagi, Guru bimbingan konseling ini, menguraikan kata "HATI" supaya dipahami baik oleh seluruh peserta didik.
H pertama artinya, Humble. Menurutnya seorang pelajar mesti memiliki sikap rendah hati. Rendah hati akan meluruskan segala usaha. Setiap pelajar perlu menerima masukan. Saran. Kritikan untuk perkembangan diri dan masa depan.
A kedua artinya Adaptif. Seorang pelajar harus bisa beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan teknologi dan informasi. T ketiga artinya Travelable. Seorang pelajar perlu keluar dari rutinitas di sekolah Keluar demi mengejar dan meraih prestasi.
Ia mengharapkan agar setiap peserta didik mengikuti setiap perlombaan. Tidak hanya berlomba di dalam sekolah. Harus keluar sekolah untuk pengembangan diri. I keempat artinya Investation. Ia mengingatkan peserta didik untuk sadar terhadap keberadaan diri selama di sekolah.
Ia mengatakan belajar tiga tahun mesti dimanfaatkan sebagai investasi untuk masa depan. Artinya, para peserta didik memekali diri dengan pengetahuan dan pengalaman. "Saya berharap semua peserta didik untuk memulai pesan penting dari "HATI". Saya mengajak kalian untuk belajar dan bekerja dengan hati", tutup ibu Ana.
Di akhir amanatnya, ia tidak lupa mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada peserta didik kelas XI IIS II yang sudah menjalankan tugas dalam apel bendera hari ini. "Semoga hari ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tetap tampil lebih baik," ungkap Ibu Ana.
Tetap semangat.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini