Detail Berita

CERITA UJIAN PRAKTIK KELAS XII

Selasa, 22 Maret 2022 10:23 WIB
36 |   -

(Hari Pertama)

Beni Sura, Owen, Beni Kedang, Vian Matarau, Dimas, Agnes, Boni, Titin, Lulu, dan Mario Making, adalah deretan pelajar yang terlihat aktif dalam ujian praktik kelas XII pagi ini.

Masih banyak teman mereka yang belum disebutkan. Terlalu banyak. Sulit dihafal. Namun, mereka tampak serius dalam urusan ujian praktik hari pertama.

Ada yang sibuk bekerja, memasak, mencuci perlengkapan, memotong sayur, dan menjerang air. Ada pelajar tampak khusuk berdoa dalam ibadat. Ada juga pelajar serius mengolah adonan kedelai.

Hari ini memang dijadwalkan ujian praktik bagi kelas XII. Ada empat mata pelajaran yang diujikan: Kewirausahaan, Biologi, Agama, dan PJOK.

Para pelajar kelompok dua dari kelas XII IIS II memulai praktik Kewirausahaan dengan membuat hidangan nasi tumpeng, ikan panggang bumbu merah, ikan balado, perkedel tahu, ayam sup, ayam krisipi, dan mie bihun.

Menurut Andre Kansta, ketua koordinator, penilaian ujian praktik kali ini, antara lain, kekompakan, persiapan kelengkapan dan bahan, estetika penilaian, rasanya, serta proses pembuatan.

Total waktu untuk memasak menu di atas enam jam lamanya, pungkas Andre.

Kelompok satu, diketuai Titin, menyiapkan hidangan spesial mereka: nasi tumpeng, serundeng, tempe orak arik, ayam kecap, dan sayur urap. Menurut Titin, estimasi memasak untuk semua menu di atas tersebut memakan waktu selama enam jam.

Sedangkan, ujian praktik biologi dilakukan oleh kelas XII MIA II. Guru mapel Biologi, Ibu Lince, menugaskan kepada mereka mempraktikkan cara membuat tempe.

Menurut Anfrida, ketua dari kelompok II, komposisi tempe yang dibuat anggota kelompoknya berupa satu kilogram kedelai. Ditambah ragi sebagai adonan pengembang tempe.

Durasi pembuatan tempe bisa memakan waktu tiga sampai empat hari. Terhitung dari pertama hingga hari keempat.

Hari ini, kami mengolah dan memasak kedelai yang sudah dikupas dan diproses dari kemarin. Masih tersisa satu atau dua hari lagi untuk menjadi tempe yang utuh, ujar Anfrida.

Sementara, ujian praktik Agama untuk kelas XII MIA II. Ibu Ice membagi para pelajar di kelas tersebut ke dalam dua kelompok. Mereka mempraktikkan cara memimpin ibadat yang benar dan baik.

Kata Oca, kelompok mereka membawakan renungan. Memimpin ibadat. Ada yang menjadi Lektor dan pemazmur. Juga dipercayakan kepada kedua teman untuk membaca Injil dan renungan. Lamanya ibadat waktu tidak ditentukan.

Praktik PJOK, dilakukan oleh para pelajar kelas XII IIS I. Mereka mendapat giliran untuk memperagakan senam irama.

Menurut ibu Febi Muda, guru PJOK, Vian Matarau, dkk diberikan kesempatan membawakan senam irama selama 5 sampai 7 menit. Mereka bisa saling berkolaborasi. Bekerja sama dan menjaga kekompakan.

Dari kerja dan usaha kolaborasi serta kekompakan itulah yang dinilai dalam praktik ujian PJOK.

Menurut Guru bagian Kesiswaan, Ibu Rene, ujian praktik kelas XII tahun ini sebagai salah satu syarat kelulusan selain ujian KTI dan Ujian Sekolah yang diujikan pada minggu depan. Karena itu, praktik-praktik yang dilakukan oleh para pelajar harus dijalankan serius.

Sedari pagi, memang mereka tampak serius. Terdengar Boni dan Rando mengutarakan bahwa menu makanan yang mereka sajikan akan terasa enak. Mereka percaya diri menyampaikan itu di hadapan teman-teman kelompok.

Benar kata mereka berdua. Segala sesuatu menjadi 'enak' kalau dikerjakan serius, tekun, disiplin, dan penuh gairah kekompakan. Akhirnya, selamat berproses.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini