Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan akhir bulan Agustus. Apel bendera hari ini menjadi Senin terakhir sebelum beranjak ke September. Dalam percakapan bersama para pengajar di acara ulang tahun Fr. Agus, CMM dan perayaan syukur berdirinya Kongregasi CMM yang ke-178 semalam, Ibu. Novi Lewar sedikitnya berkelakar begini.
"Esok saya yang jadi pembina upacara". Kata-kata Ibu Novi ini kemudian mendapat reaksi. Lebih banyak memberi motivasi, sedikit ditambah bumbu kelakar. Dari raut manisnya, Ibu Novi menginformasikan dengan perasaan gugup. Wajar. Bukan seorang manusia kalau luput dari kegugupan. Semua bisa diatasi.
Terbukti, Ibu Novi tampil gagah. Wibawa. Kelihatan dengan seragam biru kehitamannya. Ia mengamanatkan beberapa pesan penting dalam apel bendera hari ini. Pertama, mengikuti apel bendera berarti menghormati simbol negara, yakni merah putih.
Kedua, ada manfaat kesehatan ketika berdiri di bawah sinar matahari. Ketiga, dengan apel bendera kita melatih kedisiplinan, tidak hanya mendengar semua aba-aba. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam seluruh pembelajaran di sekolah.
Sebab, disiplin dapat membentuk karakter. Karakter adalah salah unsur penting yang wajib ditiru dan dipraktikkan. "Saya minta untuk selalu disiplin. Bukan hanya mendengarkan. Mengenakan pakaian secara disiplin adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri", ungkap Ibu Novi
Kedisiplinan, menurut Guru Ekonomi, dapat ditunjukkan dengan pengenaan seragam lengkap, selalu bersemangat hadir mengikuti apel bendera, dan terutama aktif selama pembelajaran di kelas. Amanat Ibu Novi ini tidak berlangsung lama. Pesan pentingnya dapat. Semua peserta didik wajib mentaati aturan dan semua ketentuan sekolah.
Kalau NKRI harga mati, maka disiplin jadi harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar.
Tetap semangat.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini