Detail Berita

GURUMU, GURU KEHIDUPAN

Sabtu, 26 November 2022 07:05 WIB
228 |   -

Hari ini, hari bahagia. Kebahagiaan yang dirasakan oleh bapa ibu guru karena boleh merayakan hari guru yang ke-77. Sekali lagi, di tahun 2022. Ada harapan tentunya di hari guru tahun ini. Selain itu, cita-cita, niat, komitmen, dan tekat, yang barangkali hanya bisa diutarakan dalam hati bapa ibu guru masing-masing.

Semuanya itu, hanya akan terwujud kalau dibekali dengan kerja keras dan kerja cerdas. Bapa ibu Guru, dalam amatan, punya niatan yang kuat untuk berkembang. Hari-hari di sekolah dapat diamati kesibukan mereka.

Ada guru yang tekun mengurusi murid, ada guru yang pandai mengatur siswa di kelas, ada guru yang selalu tekun merapikan dan menggenapi kelengkapan administrasi sekolah. Ada guru yang disiplin, luwes, kerja keras, tekun, inisiatif, inovatif, tenang, dewasa, memiliki kepribadian ekstrovert, rendah hati, keras, tegas, dan punya tanggung jawab.

Gambaran guru ini, adalah kepribadian yang nyata dan kasat mata terlihat sehari-hari. Di balik seragam yang dikenakan mereka tampil apa adanya. Bapa ibu guru jago juga soal mengaktualisasikan bakat dan seni mereka. Mereka tidak canggung untuk menampilkan kreativitas dalam tarik suara (bernyanyi), teater, puisi, bermusik, dan bergoyang.

Untuk kedua bidang yang terakhir, selalu menjadi pilihan utama yang wajib ditampilkan. Tidak heran, raut kegembiraan selalu terpampang jelas dan tanpa dibuat-buat.

Bukankah guru yang gembira adalah juga cerminan hati dan ketulusan dari pribadi yang siap melayani para peserta didik? Ia, betul. Kalau murid bahagia, tanda guru bahagia.

Sejauh ini, bapa ibu guru begitu total 'melayani' para pelajar. Ada siswa yang tidak hadir, ditanyakan ke orang tua atau langsung mengunjungi sampai di rumah. Ada siswa yang bolos, dicari tahu. Ada siswa yang tidak mengerjakan PR, diperingatkan.

Ada siswa yang sering tidak disipilin, diawasi. Ada siswa yang sakit, dirawat. Tidak berseragam lengkap, ditegur. Bahkan mendapat berita duka dari siswa atau rekan-rekan sejawat, bapa ibu guru tidak lupa berkunjung dan mendermakan uang duka.

Begitu kuat rasa persaudaraan bapa ibu guru, sampai-sampai harus menaruh tanggung jawab yang tinggi terhadap para pelajar. Setiap hari harus hadir tepat waktu. Sama-sama membaca hening di kelas. Mendorong siswa untuk tekun belajar adalah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang dan sedikitpun tidak dikeluhkan.

Apalagi di era yang serba instan, belajar mudah dari gadget, dan terbuka dengan dunia luar, tantangan guru adalah tetap mencerdaskan pada pelajar dengan cara mereka.

Selalu dengan tas dan bukunya masuk kelas. Menyapa para murid. Membuat pembelajaran selalu menarik. Ikut berdiskusi dengan para pelajar. Mengajak berdialog dengan tema-tema apa saja berkaitan dengan pengetahuan. Guru yang baik selalu menjadikan kelas semakin menarik, kata Nadiem Makarim.

Hujan, terik, lelah, cape dan letih, terasa menjadi ringan kala berjumpa para pelajar. Itu yang seringkali dirasakan oleh bapa ibu guru. Totalitas mereka tidak hanya kepada diri dan keluarga, tetapi juga untuk sekolah dan, khususnya, kepada para pelajar. Bapa ibu guru tidak urung melakukan itu sehari-hari.

Fr. Norbert memberikan sambutannya yang luar biasa di hari guru, untuk guru, dan tentang guru. Ia mengatakan sebagai guru dan pegawai harus selalu berinovasi. Apalagi dunia pendidikan yang semakin maju saat ini, dibutuhkan inovasi dan kreativitas.

Guru melakukan perubahan dengan cara menggerakkan motivasi. Motivasi melahirkan antusiasme, semangat, dan kreativitas. Guru juga wajib melakukan perubahan.

Setidaknya, mengubah segala sesuatu yang ada di lingkungan. Kalau mau berbuah, pertama, harus mampu melihat. Kedua, bergerak. Ketiga, menyelesaikan perubahan.

Hari Guru menjadi semakin bermakna, karena ternyata diberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Senang sekali mendengar ada guru yang dihargai jasanya. Itu bertanda bahwa para pelajar dekat dengan gurunya.

Pak Luis dan Pak Feliks mendapatkan itu. Pantas dan layak. Mereka berdua mewakili karakter guru yang sudah disebutkan sebelumnya. Para pelajar pasti bangga memiliki guru yang luar biasa berdedikasi tinggi.

Para guru akan melebihi kebanggaannya terhadap diri sendiri, jikalau ada para pelajar yang jadi 'orang' di kemudian hari. Ada ungkapan yang menarik, siswa harus selalu menjadi hebat dari gurunya. Kalau ada siswa yang sukses dan balik menghadap gurunya, percayalah air muka dan penampilan bapa ibu guru yang dijumpai tidak pernah berbuah.

Kusut pakaian dan semakin memutih rambut akan menjadi pemandangan perjumpaan. Karena itu, sayangi gurumu. Hormati pembawaannya. Hargai diri dan penampilan mereka. Camkan dan ingatlah baik-baik dalam sanubarimu segala pengetahuan dari bapa ibu guru. Jadikan mereka panutanmu.

Sebab, gurumu, guru kehidupan. Yang mengajari, mencotohkan, dan membekalimu dari kelebihan dan kelebihan mereka. Bertepatan dengan hari guru, ada banyak apresiasi datang dari para pelajar. Mereka mendukung kegiatan bapa ibu guru dari kemarin.

Menyukseskan tanding futsal dan tarik tambang, salah satunya. Hari ini, mereka juga berjuang agar guru-guru tidak kecewa. Mereka memberikan kejutan. Memberikan salaman hangat. Memberi kado spesial. Tentunya kembali menyukseskan hari puncak, hari guru.

Barangkali pemberian hadiah atau kado tidak seberapa dibanding semua kisah yang diungkapkan di atas. Jasa bapa ibu guru tidak bisa balas dalam bentuk apapun. Namun, berbalas apresiasi dari bapa ibu guru atas semua jeri payah yang diberikan oleh peserta didik.

Selamat hari guru untuk pribadi-pribadi yang luar biasa. Semangat terus tanpa pantang menyerah.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini