Hari keenam. Semua pelajar siapkan diri. Mereka tampak rapi. Berseragam nasional, putih abu. Pada kerak baju dililitkan selendang. Aturan ini sudah lama berlaku. Setiap hari selasa. Tidak ada pelajar yang bolong. Mereka taat. Mereka wajib kenakan. Ini bentuk penghargaan kebudayaan khas Lembata.
Ujian pertama bahasa Inggris. Kali ini, giliran foto pelajar di ruang II. Tidak ada keributan. Tenang. Hening. Mereka menempati ruangan komputer lantai dua. Suhu ruangan ber-AC. Itu alasan mereka betah dan tidak bikin keanehan. Mereka tampak sibuk selesaikan soal di gawai masing-masing. Tidak ada yang toleh. Sesekali saja terlihat senyum mekar. Sejak masuk ruangan, mereka percaya diri sekali.
Kata orang, bahasa Inggris bukan bahasa kita. Namun, wajib dipelajari dan dikuasai. Supaya tidak sulit saat berkomunikasi. “Tidak asing” bertemu orang asing. Karena itu, belajar bahasa Inggris penting. Ia disejajarkan menguasai bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Kuat penguasaan teori, praktik pasti lancar.
Jumlah soal ujian bahasa Inggris 40 nomor. Mereka tahu akan temukan kesulitan. Mereka paham bisa diselesaikan. Prinsipnya, setiap soal tidak boleh terlewatkan. Wajib dituntaskan. Apalagi, pilihan ganda. Mereka tinggal pilih jawaban benar. Mencocokkan dengan soal. Lalu, pilih yang benar. Benar menurut keyakinan pribadi. Tentu pangkalnya belajar.
Ujian pertama berakhir pukul 09.30. Para pelajar tetap tertib tinggalkan ruangan. Mereka bercakap-cakap selama lima belas menit. Membahas soal. Bercanda. Saling ganggu. Tertawa lepas. Kebiasaan ini menjadi tanda mereka bahagia. Serumit-rumitnya soal, mereka tetap tenang. Mereka anggap selesai.
Waktu istirahat berakhir di pukul 10.00. Ujian mapel kedua dilanjutkan. Mapel yang diujikan SBK. Soal SBK disusun Pak Marjo. 40 nomor juga. Para pelajar wajib tuntaskan. Level soalnya lumayan rumit dan sedang. Butuh analisis dan pemahaman kuat. Mereka ditanyakan mengenai berbagai macam kesenian. Ada seni tari, seni rupa, seni pertunjukkan, seni drama, dan seni musik. Mereka sudah pernah tampilkan teater. Mereka pasti paham urusan seni pertunjukkan.
Uniknya, mereka tidak kaku. Terlihat santai dan agak rileks. Mereka tentu percaya diri. Setidaknya, ujian SBK bisa ringankan kecemasan pascaujian bahasa inggris. Ada yang terlihat selalu tersenyum. Duduk miring. Bersandar di tembok. Sesekali mendongak dan melengos. Agak lain, memang. Tapi, baik. Baik karena semua tidak perlu dibawa beban dan susah. Mereka kerap sadar kondisi ini. Untuk itu, selesai ujian, mereka tersenyum bahagia. Lebar dari sebelumnya.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini