Di ujian hari ketiga, hadir Pak Korwas. Ia ditemani Fr. Norbert, CMM. Kehadirannya memantau pelaksanaan ujian sekolah. Ia mengunjungi para pelajar di empat ruangan. Ia mengecek seluruh proses. Memastikan ujian terlaksanakan baik.
Di ruang IV, para pelajar amat serius. Mereka seragam pakai gawai. Jam pertama mapel Fisika dan Ekonomi. Mereka kelihatan tekun. Tekun mencakar. Tekun menemukan jawaban. Mereka tidak boleh diganggu. Tunduk. Tegak. Alis naik-turun. Dahi berkerut. Sesekali melengos.
Mereka sepertinya temukan soal yang sukar. Wajar. Semua soal tidak mungkin serba gampang. Kalau begitu bisa bahaya. Apalagi, mapel Fisika dan Ekonomi. Tidak boleh asal kerja. Perlu pemahaman. Perlu ingatan kuat. Perlu analisis kuat. Pangkalnya belajar. Belajar baik, maka hasilnya pun baik. Mereka paham itu. Mereka tahu akan temukan kendala. Kendala yang dihadapi harus diselesaikan sendiri.
Dilarang kerjasama. Dilarang menyontek. Dilarang gara-gara. Para pengawas sudah hafal gerak-gerik mencurigakan. Para pelajar bisa kontrol diri. Ini ujian bagi mereka. Ujian teori, juga ujian kehidupan. Lepas SMA, mereka terjun ke dunia nyata. Dimulai dari perkuliahan. Hidup mandiri. Jauh dari kelekatan dan kedekatan bersama orang tua.
Mapel Fisika dan Ekonomi mengajarkan ketekunan, kemandirian, dan fokus. Serumit-rumitnya soal cakar, tetap ada jalan keluar. Konsistensi dan ketepatan jadi penentu. Tanpa hal mendasar ini, pikiran para pelajar terkulai. Ujian pertama selesai di pukul 09.30. Keluar ruangan dengan perasaan legah, sedikit ragu-ragu juga. Mereka ragu atas jawaban. Mereka ragu dengan hasil cakaran.
Namun, kenyataan harus diterima. Kembali tadi, pangkalnya belajar. Belajar baik, hasilnya pun baik. Tetap optimis. Ada beberapa pelajar terlihat santai. Santai karena mereka sudah melewati sulitnya soal. Mereka pasti percaya diri. Ujian kedua mapel PJOK. Sedikit lebih ringan. Semakin percaya diri. Para pelajar langsung gas pol. Mereka kelihatan bisa tuntaskan. Bahkan, lebih cepat dari waktu. Itu karena mereka kuasai materi.
Praktik saja bisa, apalagi teori. Jumlah soal 40 nomor tuntas. Mereka pulang dengan damai. Mereka bercakap riang. Oh ia, seragam Yayasan terakhir dipakai. Mereka punya kenangan dengan seragam merah putih.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini