Kegiatan hari ini, dimulai kembali dengan apel bendera. Semua peserta didik dan para staf pengajar sudah ada sebelum pukul 07.00.
Giliran kelas X-A mendapat tugas. Kegiatan apel berjalan lancar selama kurang lebih tiga puluh menit. Anak wali Ibu Febi Muda bisa jalankan tugas dengan baik. Amanat Ibu Leni sedikit banyak isinya beri kritik kepada peserta didik. Titik fokus pembicaraannya, yakni tentang menjaga tata krama dalam berbicara dan bertutur kata.
Ia mengatakan, "mengenai sopan santun dalam bersikap dan bertutur kata, kadang kita anggap biasa semua yang diucapkan.Misalkan, bercerita dengan teman atau guru. Tanpa sadar para peserta didik gunakan kata-kata berkonotasi sarkastis atau mengejek. Hal ini, terbawa ketika berbicara dengan orang tua, guru atau pegawai."
Guru Geografi ini, terutama, menggugah kesadaran peserta didik kelas XII. Menurutnya, kalau kebiasaan yang sama digunakan di tempat berbeda bisa timbul masalah.
Hal- hal buruk yang jadi kebiasaan, seperti angkat kaki atau kaki dilipat, adalah contoh yang tidak sopan. Kebiasaan ini selalu terlihat salah digunakan setiap hari. Karena itu, tidak perlu dilakukan lagi.
"Ketika berbicara hendaknya memperhatikan setiap tutur kata dan sikap kita atau tata krama. Masing-masing orang harus bisa mengontrol diri. Saya berharap, mulai hari ini harus bisa mengontrol diri. Tidak lagi terdengar kata-kata sarkastis atau sikap mengejek dengan kata-kata kasar", tutup ibu Leni.
Pesan ibu Leni ini kemudian dipertegas Fr. Norbert. "Kami tidak boleh dengar lagi-lagi kata-kata tidak sopan keluar dari mulut peserta didik. Peserta didik harus selalu tahu menghargai diri." Setelah apel, kegiatan pembelajaran berjalan seperti biasa. Tetap semangat. Gairahkan semangat belajar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini