Dalam percakapan sebelum ke lokasi penanaman sore kemarin, Apet dan Alen, dua sabahat karib sehari-hari di sekolah, berujar kalau kasih itu mesti berbagi dan ditanam.Berbagi tidak harus mahal dan istimewa. Hari kasih sayang tidak mesti identik menerima cokelat dan bunga.
Kasih adalah buah kehidupan yang harus ditanam supaya bisa dituai banyak orang, kata dua sahabat yang bertugas sebagai staf OSIS. Bertepatan dengan hari kasih sayang atau valentine, Selasa, 14 Februari 2023, peserta didik kelas X dan staf pengajar SMAS Frater Don Bosco Lewoleba berkomitmen merawat lingkungan dengan menanam pohon.
Kegiatan ini, juga sebagai wujud cinta dan peduli terhadap kebiasaan menjaga kualitas mata air sebagai sumber kehidupan di Kabupaten Lembata. Aktivitas penanaman terjadi di kompleks perumahan tanah merah, kecamatan Ile Ape. Di lokasi penanaman yang berjarak dua kilometer dari sekolah itu, dihadiri peserta didik, para guru, kepala sekolah, staf serta ketua Yayasan Don Bosco Manado perwakilan Lembata.
Para warga hunian perumahan tanah merah juga ambil bagian secara bersama-sama. Mereka yang menghuni di rumah bantuan pemerintah pusat itu adalah warga desa relokasi Lamawolo dan desa Waimatan yang terdampak badai Seroja dua tahun lalu. Momen hari kasih sayang kali ini memang berbeda. Tahun ini, kualitas cinta agape yang wujudnya identik cokelat dan bunga, diubah konsep dan aksinya.
Secara konsep penanaman pohon sudah dicanangkan dalam program sejak tahun lalu. Program ini diagendakan jauh-jauh hari, salah satunya sebagai wujud pelaksanaan Projek Profil Pelajar Pancasila, kurikulum merdeka belajar. Dari sekolah, rombongan Smater membawa dua pick up anakan mangga.
Kegiatan penanaman yang membangkitkan 'sense of crisis' atau kepekaan akan krisis lingkungan adalah juga sebagai rangkaian menyongsong 100 tahun kongregasi Frater CMM berkarya di Indonesia.
Aksi tanam pohon adalah aktivitas wajib yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa kecuali. Secara khusus, kegiatan penanaman menjadi bagian tanggung jawab guru dan siswa SMAS Frater Don Bosco Lewoleba.
Kegiatan penanaman dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama menanam anakan pohon di pemukiman desa Lamawolo. Para peserta didik sangat senang dan menikmati aksi tersebut. Para pemilik karangan rumah menyambut mereka dengan senyuman dan ucapan terima kasih.
Sementara di lokasi perumahan desa Waimatan juga terlihat antusias para peserta didik. Semangat. Menggebu. Bergairah. Mereka memikul masing-masing satu anakan pohon. Sambil menanam mereka mengumbar cerita dengan warga Waimatan. Dengan bahasa khas Ile Ape, mereka membaur. Seluruh warga senang dengan kedatangan rombongan Smater dan kegiatan penanaman di pekarangan mereka.
Menurut kepala sekolah, Fr. Norbert, CMM, kegiatan penanaman diharapkan dapat dimaknai secara baik. Karena itu, para siswa dan guru wajib menanam anak pohon. Kepala desa Waimatan, Bapak Mus Betekeneng, mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan yang luar biasa. Menurutnya, kegiatan sore tadi adalah aksi yang luar biasa. Kehadiran para peserta didik membawa kesejukan.
Karena itu, ungkapnya, SMAS Don Bosco menjadi tempat anak-anak mereka bersekolah ke depan. Semoga pohon mangga ini menjadi benih dan berbuah bagi kami ke depan. Kegiatan penanaman berakhir dengan mamiri bersama. Sepiring ubi, ketupat, ikan bakar, sambal tomat, gorengan serta teh hangat menjadi menu spesial pelepas dahaga.
Apet dan Alen senang karena proses penanaman berjalan lancar. Mereka sangat menikmati hidangan yang disajikan bapak dan ibu pengurus desa Waimatan. Tidak lupa, pihak sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada kepala desa Waimatan dan Lamawolo serta perangkat desa.
Kepada masyarakat desa tanah merah juga disampaikan banyak terima kasih atas kerelaan dan kesediaan untuk menanam bersama sore tadi. Staf dan ketua Yayasan Manado perwakilan Lembata, Bapak ibu guru, staf osis, serta seluruh peserta didik kelas X, tidak luput untuk disampaikan banyak terima kasih. Hari ini luar biasa sekali. Hujan yang turun langsung memberi harapan tumbuh bagi cinta dan kasih yang kita tanam sore tadi.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini