Detail Berita

MERDEKA BELAJAR DAN CATATAN KRITIS PARA PENULIS

Sabtu, 4 Februari 2023 10:29 WIB
125 |   -

Semangat pagi. Salam literasi. Buletin SMART edisi Januari sebentar lagi ada di tangan para pembaca semua. Edisi kali ini lebih spesial karena secara konkrit mengangkat aktivitas pembelajaran yang menyenangkan di kelas, yaitu tentang 'Merdeka Belajar.'

Istilah Merdeka Belajar menurut Mendikbud, Nadiem Makarim, adalah kemandirian murid dalam proses belajar dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan untuk menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran. Berkaitan itu, opini Fr. Norbert Banusu, CMM, menyinggung tiga hal penting ini. Pertama, guru dan peserta didik perlu mengenal dan mendalami hal esensial yang perlu dimiliki sebagai sebuahkompetensi dalam sebuah mata pelajaran yang dipilih untuk ditekuni.

Maka guru dan peserta didik perlu menyadari dan merancang bersama strategi dan cara yang perlu ditempuh bersama agar menguasai materi esensial dalam mata pelajaran tersebut. Kedua, pengembangan pembelajaran berbasis problem solving dan projek. Ada tiga tema projek yang kita pilih selama satu tahun ini. Kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan, dan rekayasa teknologi. Ketiga tema ini dipelajari dan dilaksanakan dalam bentuk projek.

Desain modul maupun pelaksanaan dan laporan siswa atas seluruh projek yang telah dijalankan dengan kolaborasi keterampilan, kompetensi dan karakter yang utuh antar siswa dan guru. Ketiga, Karakter Profil Pelajar Pancasila harus betul dibiasakan, diresapi dan dihidupi dalam aktivitas pembelajaran, juga dalam relasi sosial warga sekolah maupun warga masyarakat.

Berangkat tiga poin penting di atas, maka buletin edisi kali ini memberi penekanan pada kebebasan berpikir dan membangun daya kritis para peserta didik dan para pengajar. Cerpen-cerpen yang ditulis memiliki daya tarik karena sehubungan dengan sikap, cara berpikir, dan tindakan mereka dalam menghadapi tantangan masa kini.

Kritis sosial jadi rujukan para peserta didik memintal alur cerpen-cerpen mereka. Berangkat dari pengalaman pribadi, mereka coba mengkritik kehidupan sosial yang sarat intrik dan manipulasi. Opini guru, yang diwakili Ibu Reneldis dan Ibu Ina Keban, menjadi pembeda. Keduanya memberi warna dengan pemikiran yang menarik lagi menohok.

Ibu Reneldis, memberi catatan kritis atas aktivitas pembelajaran di kelas, yang dijumpainya 'cacat' oleh ketidakpahaman para peserta didik menanggapi bahan ajaran. Oleh karena itu, Ibu Reneldis memberi solusi atas persoalan tersebut. Ibu Ina Keban mengkritisi sikap perempuan yang dikawatirkan terjerembab oleh internet yang semakin masif saat ini. Ia menjabarkan itu dalam judul menarik, 'Woman and Web'.

Puisi-puisi yang penuh daya refleksi dan berisi juga menjadikan buletin edisi kali ini lebih segar. Puisi-puisi bernuansa Indonesia sangat mencolok dan kental. Para peserta didik memberikan kekuatan pada ke-Indonesia-an dengan menekankan pentingnya berbahasa Indonesia. Mereka mengajak anak muda, secara khusus, untuk terlibat dalam memajukan bahasa Indonesia.

Puisi Siapa Kita (?) sedikit banyak beri catatan kritis atas anak muda untuk lebih peka mewujudkan keberanian. Berikut penggalan puisi dimaksud.

Deruh malam mendesah

Mengikat tanpa suara

Siapa kita yang hanya

Berkata seperti ampas yang berfaedah

Secuil harapan terlintas.

Namun tidak bisa diwujudkan

Karena berat besi menahan senjata beban

Untuk berani mewujudkan secuil harapan

Tak kalah bunyi air yang bersuara ingin mengatakan,

“Berani, bisa, jangan takut”

Meski seberat samudera

Namun mencoba untuk melewati

Karena kita adalah generasi

Yang bervariasi, bukan dominan pada satu titik.

Buletin edisi 'Merdeka Belajar' berisi juga foto-foto aktivitas selama semester ganjil. Lengkap dengan berita-berita aktual seputar kegiatan pembelajaran di sekolah, edisi kali ini lebih renyah dibaca. Akhirnya, pihak sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada para penulis. Selamat membaca. Salam Fides, Scientia, Et Fraternitas.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini