

Dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Tahun 2026 dengan tema “Yesus Sang Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius”, SMAS Frater Don Bosco Lewoleba menggelar berbagai perlombaan Kitab Suci antarkelas. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fraternitas pada 29–30 November 2026 dan diikuti oleh peserta didik kelas X, XI, dan XII.
Perlombaan yang digelar meliputi Kuis Kitab Suci, Mazmur, dan Tutur Kitab Suci. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perayaan BKSN sekaligus sarana bagi peserta didik untuk semakin mengenal, memahami, dan menghayati Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum mengikuti perlombaan, para peserta didik terlebih dahulu mengikuti kegiatan pendalaman iman di masing-masing kelas. Kegiatan tersebut dipandu oleh bapak dan ibu wali kelas selama empat kali pertemuan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.
Dalam empat kali pertemuan tersebut, peserta didik mendalami sejumlah tema yang bersumber dari Injil Matius. Pertemuan pertama membahas “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Sejati” berdasarkan Matius 5:1–12. Pertemuan kedua mengangkat tema “Pengajaran Yesus tentang Tugas Perutusan Para Murid” berdasarkan Matius 10:1–15. Pertemuan ketiga membahas “Pengajaran Yesus tentang Persaudaraan dalam Iman” berdasarkan Matius 18:15–20. Sementara itu, pertemuan keempat mengangkat tema “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Kekal” berdasarkan Matius 25:31–46.
Kegiatan perlombaan secara resmi dibuka oleh Kepala SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Fr. David Jeda, CMM., S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan dan mengembangkan iman peserta didik sekaligus menjadi bagian dari implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.
Menurutnya, pertumbuhan dan perkembangan iman peserta didik merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah melalui bapak dan ibu guru memiliki peran penting dalam mendampingi peserta didik, demikian pula orang tua yang memiliki tanggung jawab dalam membina kehidupan iman anak-anak di lingkungan keluarga.
Pada perlombaan Mazmur, para peserta terlebih dahulu mengikuti pengundian nomor urut penampilan sekaligus menentukan Mazmur yang akan dibawakan. Sementara itu, perlombaan Kuis Kitab Suci dibagi dalam dua tahap, yakni babak penyisihan dan babak final. Setiap kelas mengutus tiga orang peserta untuk mengikuti perlombaan tersebut. Adapun lomba Tutur Kitab Suci dilaksanakan secara langsung oleh peserta yang telah ditentukan oleh masing-masing kelas.
Pelaksanaan perlombaan berlangsung meriah. Para peserta tampil dengan penuh semangat dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap cabang lomba, baik Mazmur, Kuis Kitab Suci maupun Tutur Kitab Suci. Setiap penampilan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para penonton sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada peserta yang tampil.
Hal yang menarik dalam pelaksanaan BKSN tahun ini adalah keterlibatan peserta didik dari berbagai latar belakang agama. Tidak hanya peserta didik beragama Katolik dan Protestan, tetapi peserta didik beragama Islam juga turut ambil bagian dalam perlombaan. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata semangat toleransi dan kebersamaan yang terus dijunjung tinggi oleh keluarga besar SMAS Frater Don Bosco Lewoleba.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, para peserta yang berhasil meraih juara dalam setiap cabang perlombaan adalah sebagai berikut. Pada Kuis Kitab Suci, juara pertama diraih oleh Kelas XII E, juara kedua **Kelas XII A, dan juara ketiga Kelas X B. Untuk Lomba Mazmur, juara pertama diraih oleh Kelas XI F, juara kedua Kelas X C, dan juara ketiga Kelas X A. Sementara itu, dalam Lomba Tutur Kitab Suci, juara pertama diraih oleh Kelas X B, juara kedua Kelas XI G, dan juara ketiga Kelas XI F.
Panitia BKSN Tahun 2026 menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta didik, bapak dan ibu guru, wali kelas, serta para juri yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya mampu memahami isi Kitab Suci, tetapi juga semakin mengenal pribadi Yesus sebagai Sang Guru serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, perayaan Bulan Kitab Suci Nasional tidak berhenti pada perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan iman, persaudaraan, toleransi, dan semangat hidup berdasarkan Sabda Tuhan.
#Fides, ScientiaetFraternitas
#Beriman, Berilmudan Bersaudara
Jadilah yang pertama berkomentar di sini