Tulisan ini adalah hasil wawancara bersama Pak Theodorus T. Alior, S.Pd, yang dilakukan pada hari selasa, 7 November 2023. Bersama Pak Theo, kami mendapat informasi mengenai program guru penggerak. Pak Theo menerangkan bahwa program guru penggerak membuka wawasannya tentang cara mengajar yang kreatif.
Tujuan utama program guru penggerak adalah untuk membangun profesionalisme guru, menambah nilai baik dalam perubahan paradigma dan transformasi pendidikan di setiap sekolah. Program guru penggerak juga mengubah pola pikir seseorang yang menganggap bahwa guru itu sebagai student center. Sebaliknya, program guru penggerak menggerakan siswa agar mengeksplorasi dunia tanpa menunggu guru.
Program guru penggerak dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan september 2023 sampai dengan april 2024. Menurut Pak Theo, menjalankan program guru penggerak sangat tidak mudah. Pak Theo bersama keenam guru lainnya harus melewati berbagai tahapan seperti, mempelajari tiga sampai empat paket modul. Paket modul pertama berisi mengenai filosofi, visi, dan prakarsa perubahan serta budaya positif. Paket modul kedua berisi mengenai kebutuhan pembelajaran yang berdiferensiasi dan kebutuhan emosional dan sosial.
Dalam menjalani program guru penggerak, Pak Theo tidak berproses sendiri. Instruktur utama dari Propinsi yang memfasilitasi Bapak Theo. Namanya Ibu Mansueta Saiman, S.Pd. Dialah yang membantu serta membimbing Pak Theo dalam mempelajari modul-modul yang ada di ruang kolaborasi. Menurut beliau program guru penggerak sangat bermanfaat bagi setiap instansi pendidikan karena dapat mengubah mindset pendidikan di masa sekarang, masa depan, dan masa yang akan datang.
Program ini diwajibkan Kementerian untuk pendidikan perubahan transformasi instansi pendidikan baik SD, SMP, maupun SMA. Untuk dapat menjadi seorang guru penggerak maka Kementerian mengadakan tes kepada guru-guru yang sudah memenuhi minimal bekerja selama 5 tahun. Ada juga guru yang langsung diundang dan juga yang telah dikonfirmasi. Guru tersebut akan melewati empat tahap. Keempat tahap ini sedang sudah dilewati oleh Pak Theo.
Tahap pertama ialah curiculum vitae. CV memuat profil diri serta aktivitas selama berkarya di sekolah. Tahap kedua menulis esai dengan 5 pertanyaan yang dikembangkan. Setelah melewati tahapan tersebut, proses selanjutnya diseleksi oleh Kementerian. Stimulus dan wawancara menjadi seleksi terakhir. Pada kesempatan CGP mengajar sesuai RPP yang dikirim, Setelah itu dipresentasikan dengan cara mengajarkan di depan dua aksesor. Waktu mengajar 10 menit, dilanjutkan persiapan simulasi wawancara. "Pada stimulasi CGP akan berkomunikasi bersama dua asesor" ujar Pak Theo
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak terlepas dari apa yang ditulis pada esai. Selanjutnya, CGP akan ke tahap yang disebut dengan masa tahap perkuliahan yang dilaksanakan selama 6 bulan dari September 2023 sampai pada April 2024. “Dalam tahap ini, bapak dan Ibu lebih banyak diberikan tugas hampir setiap hari dengan batasan-batasan waktu tertentu. Menjelang waktu pengumpulan ada peringatan dari setiap instruktur atau fasilitator" ujar Pak. Theo.
Para fasilitator biasa mengingatkan tugas utama sebagai orang guru tetap dilaksanakan normal. Proses pengerjaan tugas bisa mengambil waktu di luar jam pembelajaran. Dalam menjalankan masa perkuliahan ini, ada jugat antangan atau kendala berbagai tantangan atau kendala. Tantangan atau kendala sehubungan dengan faktor internal dan eksternal. Namun, tidak membuat para CGP patah semangat.
Pada akhir sesi wawancara, Pak Theo menunjukkan aksi nyata dari program guru penggerak. Ia bersama guru BGP lain, menciptakan budaya positif di sekolah yaitu 5-S: senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Tidak hanya itu, mereka mempelopori guru dan siswa untuk menjalani sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sosial.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini