Detail Berita

PENGUATAN LITERASI DIGITAL GURU

Kamis, 30 November 2023 06:56 WIB
80 |   -

Sudah beberapa hari belakangan, cuaca tidak menentu. Kadang panas, kadang hujan. Pagi ini saja, awan gelap menutup seluruh langit biru Lewoleba. Pikirnya hujan akan turun deras, eh, sorenya panas kembali. Kita memang sulit menerka soal cuaca. Tuhan punya cara dalam menentukan semesta. Ini yang tidak bisa dijelaskan kita manusia, sekalipun level kecerdasannya di atas normal.

Namun karena nyata kemurahan Tuhan, sekarang di area sekolah, dedaunan yang semulanya kering perlahan mulai hijau kembali, dan tanah yang gersang tampak basah serta berbecek. Fenomena ini tentu jadi kabar baik, karena hujan berangsur turun, meski tidak lama. Pasalnya, sudah terlalu lama kekeringan melanda kota Lewoleba dan sekitarnya.

Civitas SMATER jadi senang dan serasa harapan mulai tumbuh ketika hujan mulai turun dan membasahi tanah kering. Mereka mulai merasakan kesegaran serta keteduhan hati lantaran melihat dedaunan hijau tumbuh di pepohonan di sekitar sekolah. Mata jadi cerah. Udara semakin segar, dan angin tidak lagi menebar debu. Aktivitas pembelajaran dirasa lebih ringan dan tidak lagi terhambat dengan cuaca panas.

Pun dengan kegiatan pagi ini hingga sore hari. Aktivitas pembelajaran berjalan normal. Udara sangat segar dan sejuk. Hanya aktivitas di kelas ditiadakan. Para pelajar diliburkan. Aktivitas pembelajaran diganti dengan kegiatan penguatan literasi digital guru dalam kurikulum merdeka. Para staf guru saja yang ikut.

Bersama Frater kepala sekolah, kegiatan di aula Fraternitas berlangsung selama sehari dengan menghadirkan pemateri utama Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd, M.Pd. Fr. Norbert beri sambutan. Menurutnya, kegiatan penguatan merupakan kegiatan penting dan relevan dalam menyambut pembelajaran yang lebih kontekstual di era 5.0.

Ia berterima kasih karena Pak Wayan datang memberikan penguatan literasi digital guru di tengah kesibukannya sebagai peneliti. Ia berharap staf guru menimba banyak informasi bersama Pak Wayan, meski kegiatan ini hanya berlangsung sehari, dari pagi sampai sore hari.

Mengawali kegiatan penguatan, Pak. Wayan mengingatkan guru tentang tantangan yang dihadapi di masa mendatang. Sebagai guru dan murid yang berkompeten, setidaknya menyiapkan tiga kompetensi di bawah ini. Pertama, guru dan murid harus bisa punya kemampuan multitasking. Kemampuan ini berkaitan mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

Kedua, guru dan murid harus mampu menguasai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini penting, sebab semua pembelajaran masa mendatang serba mengandalkan adaptasi terhadap teknologi. Penyesuaian diri dan kemampuan terhadap IPTEK sebagai usaha positif supaya guru dan murid tidak tertinggal jauh dari yang lain.

Ketiga, guru dan murid wajib menanamkan dalam dirinya safe regulation. Safe regulation dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengelola pikiran, perasaan, dorongan, dan keinginan untuk mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang. Self regulation, singkatnya, adalah kemampuan mengontrol diri sendiri. Guru dan murid yang hebat, adalah ia yang tahu dan paham menguasai diri dalam segala situasi.

Kegiatan penguatan dilanjutkan pemaparan materi. Materi pertama menyinggung literasi guru dan murid. Konten pembahasan, antara lain, pertama, memperkuat literasi membaca. Kedua, membahas kualitas hasil belajar serta proses dan lingkungan belajar. Ketiga, menyinggung rapor pendidikan. Keempat, skema transformasi peran kepala sekolah. Kelima, model kompetensi guru. Waktu istirahat makan siang pukul 12.00 siang. Usia jeda, kegiatan berlanjut pukul 13.00. Materi kedua mengenai kecerdasan buatan atau artificial inteligen (AI).

Pertanyaan kritisnya, mengapa Guru perlu memahami AI? Pertama, efisiensi pengelolaan data. Kedua, personalisasi pembelajaran.Ketiga, umpan balik yang efektif. Keempat, peningkatan efektivitas pembelajaran dan penilaian. Kelima, mempersiapkan siswa untuk era digital. Pak Wayan juga menyinggung keunggulan dan keterbatasan penggunaan chatGPT. Ia mengatakan salah satu keunggulan chatGPT mampu menghasilkan teks dengan tingkat kreativitas yang tinggi dan merespon yang mirip dengan cara manusia merespon.

Keterbatasan chatGPT, antara lain, tidak dapat secara efektif menilai kredibilitas sumber informasi, yang dapat mengakibatkan penyebaran informasi yang tidak akurat atau menyesatkan. Selama berkegiatan, dinamika berjalan baik. Diskusi berlangsung terbuka. Para guru diberi waktu untuk bertanya dan berdiskusi.

Pada bagian akhir diskusi, Pak Wayan memberikan tugas individu. Tugasnya seputaran kewajiban utama guru dan berkenaan dengan pembelajaran di kelas. Pengerjaan ini dilakukan dengan memanfaatkan platform AI. Tugasnya, antara lain, membuat PTK, modul ajar, materi ajar topik tertentu dengan gunakan PTT, LKPD, soal formatir berbasis literasi, level mengevaluasi, soal formatir berbasis numerasi, level penalaran, dan sebuah karya inovatif lainnya.

Ibu Novi jadi guru pertama yang persentasi. Pak Wayan beri apresiasi. Ibu Novi sudah membuat PTT dari AI dan membagikannya ke rekan-rekan guru. Ia satu poin positif kegiatan penguatan. "AI adalah pembantu kita. Manfaatkan AI untuk membantu aktivitas pembelajaran. Belajar terus. Kembangkan itu di rumah kalau terkendala kesibukan. Bukan kita dikontrol olehnya", kata Pak Wayan.

Kegiatan berakhir pukul 16.00 sore. Para guru menyampaikan kesan dan juga rencana pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Menarik. Semua guru kesan berbeda. Sebelum bubar, Fr. Norbert beri input dan catatan. Catatan pentingnya, ialah mengenai kesadaran masing-masing guru dalam memanfaatkan AI sebagai sumber belajar.

Ia mengingatkan sekali lagi agar para guru peka dan respon terhadap terobosan baru yang disampaikan oleh Pak. Wayan. Dalam konteks pembelajaran, para guru diharapkan memanfaatkan AI tidak hanya sebagai sumber belajar, tetapi sekaligus juga menciptakan kreativitas. Catatan penting ini, menjadi pesan terakhir Sarasehan sehari bagi para guru. Banyak terima kasih Prof. Wayan. Banyak ilmu dan pengetahuan kami dapatkan hari ini. Semoga berkah bagi civitas SMATER.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini