Detail Berita

Pertemuan Orang Tua/Wali Murid, Sekolah, dan Yayasan Don Bosco Bahas Program Pendidikan dan Pemilihan Pengurus Komite

Sabtu, 5 September 2026 21:11 WIB
0 |   -

Aula Fraternitas SMAS Frater Don Bosco Lewoleba dipenuhi para orang tua/wali murid kelas X, XI, dan XII, pengurus Komite Sekolah, pengurus Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata, para guru, serta tenaga kependidikan dalam kegiatan pertemuan bersama pihak sekolah dan yayasan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara sekolah, yayasan, komite, dan orang tua/wali murid dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Pertemuan tersebut mengusung dua agenda utama, yakni pemaparan Program Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 dan pemilihan Pengurus Komite Sekolah masa bakti 2026–2029.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata, Fr. Flafianus Moningka, CMM., S.Kom., menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus Komite Sekolah periode sebelumnya yang telah menjalankan berbagai program dengan baik serta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan sekolah.

Menurutnya, dedikasi, kerja sama, dan kontribusi pengurus komite periode sebelumnya merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan dan perkembangan sekolah. Ia juga menyampaikan sejumlah prestasi yang berhasil diraih peserta didik SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, antara lain Juara I Marching Band tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, tim futsal putra yang berhasil melaju ke babak 8 besar tingkat provinsi, Juara IV lomba debat Bahasa Indonesia tingkat provinsi, peserta olimpiade yang berhasil lolos hingga tingkat provinsi, serta siswa yang terpilih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Lembata dan tampil dengan luar biasa.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak yayasan memberikan reward kepada para siswa yang telah berprestasi dan berpartisipasi dalam berbagai ajang, serta kepada guru-guru pendamping. Prestasi tersebut, demikian disampaikan Ketua Yayasan, tidak terlepas dari dukungan orang tua/wali murid dan pendampingan para guru.

Agenda pertama, yakni pemaparan Program Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, disampaikan oleh Kepala SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Fr. David Jeda, CMM., S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menegaskan kembali visi dan misi sekolah serta moto Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata, yaitu“Berilmu dan Bersaudara.”

Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Gereja, yayasan, sekolah, dan komite, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Lembata, terutama orang tua/wali murid. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara pihak sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi peserta didik.

Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Melly Herawati Elysabeth, S.E., memaparkan pengorganisasian pembelajaran di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Pembelajaran dirancang secara fleksibel untuk memastikan tercapainya target kompetensi Scientia, penguatan karakter Fides, serta nilai kebersamaan dan persaudaraan Fraternitas.

Beban belajar peserta didik dikelola melalui tiga struktur utama, yaitu intrakurikuler, kokurikuler dengan delapan dimensi profil lulusan, dan ekstrakurikuler. Pembelajaran intrakurikuler dirancang agar peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep sekaligus memperkuat kompetensi sesuai dengan tuntutan pembelajaran.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Maria Bunda, S.Pd., menyampaikan berbagai program kesiswaan selama Tahun Ajaran 2026/2027. Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, dan peserta didik dalam membentuk karakter serta kedisiplinan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persoalan keterlambatan siswa. Masih terdapat peserta didik yang datang terlambat ke sekolah sehingga hal tersebut menjadi catatan penting bagi orang tua/wali murid untuk bersama-sama membantu meningkatkan kedisiplinan anak. Dengan hadir tepat waktu, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih baik.

Selain kedisiplinan waktu, disampaikan pula ketentuan penggunaan seragam sekolah selama satu minggu. Hari Senin dan Selasa menggunakan seragam putih biru, Rabu dan Kamis menggunakan pakaian batik yayasan, Jumat menggunakan seragam Pramuka, sedangkan Sabtu menggunakan pakaian olahraga. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ibu Maria Clara Odi Bataona, S.Si., memaparkan kondisi serta pengelolaan sarana dan prasarana sekolah. Tiga hal utama yang menjadi tanggung jawab bidang sarana dan prasarana adalah pengadaan, perawatan, dan perbaikan.

Ia menjelaskan bahwa sekolah masih menghadapi keterbatasan jumlah ruang kelas. Karena itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata yang telah membangun empat ruang kelas baru guna mendukung proses pembelajaran. Ia juga mengajak orang tua, guru, dan seluruh peserta didik untuk bersama-sama menjaga fasilitas sekolah agar tetap terawat dan dapat digunakan dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman.

Selain pemaparan program sekolah, disampaikan pula laporan penggunaan dana yang dikelola sekolah yang meliputi dana BOS Reguler, dana BOS Prestasi, dan dana Komite. Laporan keuangan tersebut disampaikan oleh Bendahara Sekolah, Ibu Natalia Rosita Maria Salaka, S.I., sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah.

Agenda kedua adalah pemilihan Pengurus Komite Sekolah masa bakti 2026–2029. Melalui proses pemilihan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan, terpilih susunan pengurus Komite Sekolah yang baru, yakni:

  • Ketua: Frans Sabaleku
  • Sekretaris: Ferdi Wuwur
  • Bendahara: Eti Lelangaya
  • Anggota: Yosef Dionisius Wutun
  • Anggota: Adriana Fifi S. Bangunhari
  • Anggota: Piter Payong
  • Anggota: Stanislaus Gigo
  • Anggota: Lambertus Kolin

Dengan terpilihnya pengurus Komite Sekolah yang baru, diharapkan kerja sama antara sekolah, yayasan, komite, dan orang tua/wali murid semakin solid. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi serta menghadirkan kemajuan, inovasi, dan semangat baru bagi seluruh civitas akademika SMAS Frater Don Bosco Lewoleba.

Pertemuan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah seorang diri. Sinergi antara yayasan, sekolah, komite, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua/wali murid merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan pendidikan yang berilmu, berkarakter, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan.

#Fides, ScientiaetFraternitas

#Beriman, Berilmudan Bersaudara


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini