Detail Berita

PROJEK BOLU KELOR

Selasa, 18 Oktober 2022 09:18 WIB
56 |   -

Setelah kue putu, konsep implementasi profil projek Pancasila menyasar ke pembuatan adonan bolu kelor. Hari ini, hujan yang turun deras sejak semalam, tidak menyulut semangat peserta didik kelas X memulai membuat kue bolu dari adonan daun kelor. Aktivitas dimulai tepat setelah bacaan hening selesai.

Mereka secara bergotong royong mengupas daun kelor. Laki dan perempuan berbaur. Mereka duduk sama rendah. Saling mengumbar cerita. Kegiatan berlangsung selama dua jam pelajaran. Peserta didik dari kelas X-C dan D begitu antusias. Mereka yang mengawali kegiatan profil projek Pancasila hari kedua Minggu ini.

Beberapa ibu pendamping setia berdiri dan memantau. Sesekali peserta didik mendapat penjelasan seputar pemanfaatan daun kelor. Menurut Dito, masing-masing peserta didik diserahkan tugas membawa sepuluh batang daun kelor.

Daun kelor tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu kumpulan besar. Ada beberapa peserta didik yang membawa wadah baskom. Di wadah tersebut disimpan daun kelor yang sudah dikupas dan dibersihkan. Proses pembersihan cukup lama. Setiap kelompok terdiri atas sembilan sampai sepuluh orang. Daun kelor yang dikumpulkan cukup dapat perhatian karena tekstur batangnya tidak ada merata.

Selama kurang lebih dua jam, masing-masing kelompok harus memenuhi wadah baskom. Ada kelompok yang menyiapkan lebih dari dua baskom. Silih berganti, laki dan perempuan, mengisi wadah dengan daun kelor. Ada yang tampak bosan. Bahagia. Senang. Bercerita. Bersenda gurau. Itu semua terlihat sebagai dinamika kelompok.

Ketika dijumpai, Wina dan Oliv menjelaskan proses pembuatan bolu kelor. Setelah dikupas, daun kelor dibiarkan mengering di bawah terik matahari. Setelah pengeringan, daun kelor kemudian ditumbuk. Ada kelompok yang memilih menggiling daun kelor.

Daun kelor yang sudah halus, lalu dicampurkan dengan tepung. Dari proses itu, olahan daun kelor siap disajikan menjadi kue bolu kelor.

"Kami belum bisa sebutkan dengan pasti berapa kue bolu yang bisa dihasilkan. Dari daun kelor yang dikupas dan dikumpulkan dalam wadah baskom, besar kemungkinan bisa mencapai lebih dari tiga pan adonan bolu", ujar Ayu Puspitasari.

Daun kelor yang telah dikupas memang belum terbentuk menjadi kue bolu. Setidaknya, penjelasan di atas bisa mengarah pada tujuan dari kegiatan profil projek Pancasila hari ini. Hujan yang terus turun, bikin segala sesuatu jadi stagnan. Kegiatan pembuatan kue bolu, mentok di koridor kelas. Meski begitu, para peserta didik tetap bergairah. Antusias. Tetap bahagia dengan tugas masing-masing.

Hujan pagi ini, seperti puisi Sapardi Djoko Damono, yang bergema kencang hingga seantero Indonesia. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tidak sempat disampaikan awan kepada hujan, yang menjadikannya tiada".

Cinta kepada hujan dan bumi adalah keniscayaan tanpa syarat. Itu mulai ditunjukkan oleh Oliv dan kawan-kawan pagi ini.

Akhirnya, tetap semangat. Never give up.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini