Buletin SMART edisi "Profil Pelajar Pancasila, Profil Pelajar SMATER Don Bosco" sudah terbit dan kini akan ada di tangan pembaca. Silakan pesan. Sekolah menyediakan. Harganya Rp.10.000 per eksemplar. Tidak begitu mahal dan bisa dijangkau karena isi tulisannya ringan dibaca.
Buletin SMART adalah media kreativitas lembaga pendidikan SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Sudah sejak lama media ini menjadi wadah kreativitas tulis-menulis. Di dalamnya, terdapat kumpulan tulisan kepala sekolah, para staf pengajar, dan pelajar dengan dilengkapi dokumentasi foto.
Tulisan-tulisannya sangat bervariasi. Ada opini, cerpen, dan puisi, yang semuanya adalah karya original dari pegiat literasi sekolah. Sebut saja Cerpen Icha Fransica, berjudul "Guru, Kami Mengadu". Tulisan Ica ini berisi pengalaman pribadinya dan teman-teman di kelas.
Ditulis secara epik, Ica meninggalkan catatan kritis terhadap pembaca. Bagi pembaca yang telaten, cerpen karya siswi kelas XII MIA-II ini, menggelitik pikiran dan mengusik nurani. Cerpen "Air Mata Surga Di Bumi" menyayat hati. Karya Maria Grasia Daten, sungguh menggugat perasaan dan menyentuh kedalaman pembaca budiman.
Ia mengangkat kisah pribadinya sendiri. Cerpennya itu, terlihat ditulis dengan kedalaman refleksi dan sangat mencerminkan kepribadiannya yang rendah hati. Ia melukiskan perjalanan hidupnya dengan penuh perhatian dan serius. "Hidup sederhana adalah hal biasa bagi kami.
Bapak bekerja sebagai petani dan ibu mengurusi rumah tangga, termasuk mengantarkan kami ke sekolah. Meskipun makan nasi jagung, kami tidak pernah mengeluh sedikitpun. Berapapun hasil yang bapak dapat kalau bekerja membantu orang lain selalu kami syukuri".
Mirip dengan Maria, Cerpen "Kasih Sayang Ibu" karya Ghebry Michella sedikit banyak berbicara tentang peran ibu. Ghebry menggambarkan sosok Ibunya dengan lugas. "Aku menyayangi ibu, tetapi ibuku lebih menyayangi aku dengan sepenuh hati. Ibu adalah penyemangatku.
Ia menerima keluh-kesah, suka-duka, dan semua yang ada pada diriku. Dialah perempuan yang telah melahirkan dan merawatku dengan penuh kasih sayang sampai aku dewasa. Hatinya selembut sutera dan air matanya tertahan embun kuat bagai embun subuh yang membasahi dedaunan."
Betapa menarik tulisan di atas tersebut kalau sudah berada di tangan pembaca. Selain berisi tulisan-tulisan kritis, ada juga liputan berita-berita aktual seputar sekolah. Berita-berita itu adalah ringkasan kegiatan dengan menerakan foto sebagai pelengkap keterangan.
Sengaja dibiarkan begitu, agar Buletin SMART terkesan tidak kaku dengan hanya bahasa tulisannya saja. Opini guru juga tertulis di dalamnya. Kali ini giliran Ibu. Marlina, Ibu. Rin, dan Ibu. Merbun mengisi rubrik opini.
Mereka menuangkan ide dan pemikirannya melalui sikap kritis mengenai aktivitas pembelajaran di kelas. Tiga Opini yang luar biasa dan wajib dibaca oleh para guru, khususunya guru Matematika, PKN, dan Sejarah. Tidak membosankan kalau membacanya.
Akhirnya, selamat membaca. Terima kasih sudah memiliki SMART. Senang berlangganan dengan pembaca budiman semua. Salam.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini