
SMAS Frater Don Bosco Lewoleba menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Pendampingan Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi para guru selama dua hari, Kamis–Jumat, 22–23 Oktober 2026, bertempat di Aula Fraternitas SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Pembelajaran Mendalam melalui Penyusunan Modul Ajar dan Praktik Bermakna: Menguatkan Karakter dan Profesionalisme Guru untuk Pembelajaran yang Berdampak pada Murid.”
Kegiatan ini menghadirkan Bapak Wahid Arman, S.Pd., M.Hum., dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai narasumber. Workshop dibuka secara langsung oleh Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah dan Khusus (Dikmen/Dikmensus) SMA/SMK Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Yohanes Mamun menyoroti pentingnya pemahaman yang tepat mengenai implementasi pembelajaran mendalam di kelas. Menurutnya, pembelajaran mendalam tidak boleh hanya dipahami sebagai kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik, penggunaan metode modern, atau kegiatan menghafal semata. Lebih dari itu, pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara berpikir, peningkatan kualitas refleksi, serta keterlibatan peserta didik secara utuh dalam proses belajar.
Pembelajaran mendalam perlu dirancang dengan memperhatikan lima aspek penting, yakni aspek kognitif, afektif, lingkungan, waktu, dan sosial. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk memahami materi secara menyeluruh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Dalam kegiatan tersebut, para guru juga diajak untuk menerapkan langkah-langkah konkret dalam pembelajaran, antara lain mengaktifkan pengetahuan awal peserta didik, membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional, menyusun pertanyaan yang mendorong pemikiran kritis, serta menyediakan ruang refleksi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu guru meninggalkan pola pembelajaran yang dangkal dan beralih menuju pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Pada hari pertama, Kamis, 22 Oktober 2026, kegiatan workshop dipandu oleh narasumber, Wahid Arman, S.Pd., M.Hum., dengan materi yang berfokus pada konsep, prinsip, dan penerapan pembelajaran mendalam. Materi disampaikan melalui beberapa sesi, yaitu konsep dan urgensi pembelajaran mendalam dalam kurikulum nasional; prinsip pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; serta pengalaman belajar yang meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Selanjutnya, para guru mengikuti diskusi kelompok dan analisis penerapan pembelajaran mendalam dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Setiap kelompok membahas berbagai kemungkinan penerapan pendekatan tersebut sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil diskusi kelompok serta pemberian tanggapan dan umpan balik antarguru.
Pada hari kedua, Jumat, 23 Oktober 2026, kegiatan difokuskan pada praktik dan presentasi implementasi pembelajaran mendalam di kelas. Melalui sesi ini, para guru memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan rancangan dan praktik pembelajaran yang telah disusun. Presentasi dilaksanakan dalam dua sesi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, serta pemberian umpan balik antarguru untuk menyempurnakan rancangan pembelajaran.
Kegiatan hari kedua juga diisi dengan refleksi terhadap hasil praktik, perbaikan rancangan pembelajaran, penyampaian kesimpulan, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas.
Secara keseluruhan, workshop dan pendampingan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam, serta membangun karakter peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SMAS Frater Don Bosco Lewoleba terus berupaya memperkuat kualitas pembelajaran dengan mendorong para guru untuk mengembangkan praktik pendidikan yang inovatif, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran mendalam tidak berhenti pada pemahaman konsep selama workshop, tetapi diwujudkan dalam pengalaman belajar sehari-hari yang memberikan dampak positif bagi perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter murid.
Kepala SMAS Frater Don Bosco Lewoleba Fr. David Jeda, CMM, S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wahid Arman, S.Pd., M.Hum., dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur atas kesediaan, dedikasi, dan pendampingan yang telah diberikan selama kegiatan workshop berlangsung. Berbagai materi, wawasan, serta pengalaman praktis yang dibagikan diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di kelas.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah dan Khusus (Dikmen/Dikmensus) SMA/SMK Kabupaten Lembata, Bapak Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd., atas dukungan dan kesediaannya membuka kegiatan ini, serta kepada seluruh panitia dan guru yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik. Semoga kolaborasi dan semangat belajar bersama ini semakin memperkuat profesionalisme guru serta menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, dan berdampak nyata bagi perkembangan setiap murid.
#Fides, ScientiaetFraternitas
#Beriman, Berilmudan Bersaudara
Jadilah yang pertama berkomentar di sini