Sepanjang jalan, sore tadi, dentuman alat musik anggota marching band bikin orang-orang kaget. Segerombolan anak muda berseragam kuning menghujam langit dengan suara bels, trompet, sixtom, dan bas. Rute dimulai dari simpang lima Wangatoa. Jarak perjalanan hingga kantor perpustakaan. Lumayan jauh. Panas. Terik. Meski begitu, semangat tetap membuncah. Penampilan tetap kece. Semua mata tertuju ke gerak langkah dan irama kekompakan Fraternity Marching Band.
Semua berkolaborasi. Ada cheers. Ada mars mello dan putri sampah. Mereka ikut meramaikan hentakan FMB. Banyak terdengar suara tepuk tangan. Jepret kamera berjejer. Masyarakat senang betul. Mereka dihibur. Mereka merasa terharu. Apalagi, Rian Matarau dan Meti aklamasi puisi. Sepanjang perjalanan, mereka berorasi. Semua kagum dan terkesima. Para penonton tentu senang, sebab Rian pandai memainkan kata-kata. Seni berkata-kata lewat puisi tepatnya.
Banyak terima kasih. Kalian luar biasa. Kalian bikin ribut Lewoleba. Tidak apa. SMATER selalu bikin orang-orang senang. Menghibur.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini