Masih dalam suasana Piala Dunia Qatar, pertandingan futsal di sekolah tidak kalah menarik dan seru. Adu taktik dan strategi tersaji pagi ini. Pertandingan yang berlangsung di lapangan futsal mempertemukan tim putri dan putra guru-guru.
Di tim A ada Ibu Leni, Ibu Rene, Ibu Sita, Ibu Merbun, Ibu Dian, Ibu Friska, Ibu Agnes, Ibu Riana, Ibu Ina Betan, Ibu Dian. Mereka mengenakan kostum berwarna biru kehitaman. Persis warna timnas Perancis. Ibu Agnes mengemban tugas jadi kapten.
Tim B, ada Ibu Novi, ibu Lin, Ibu Ana, Ibu Meli, Ibu Lala, Ibu Febi, Ibu Oni, Ibu Vivin. Ibu Novi jadi kapten. Mereka berkostum merah, mirip timnas Denmark dan Spanyol
Wasit dipercayakan kepada Aril dan Frangko. Kick off dimulai tepat pukul 08.30 pagi. Seluruh pelajar berjejer di pinggir lapangan. Mereka meneriaki guru masing-masing. Pertandingan berlangsung alot. Bola-bola pendek dipertahakan ibu Leni, dkk. Tidak kalah bersaing, tim Ibu Novi,dkk coba ambil serangan.
Bola-bola pendek juga diperagakan. Menarik. Lucu. Seru. Antusias. Tim A berhasil keluar sebagai pemenang. Ibu Leni, dkk menggungguli Ibu Lala, dkk dengan skor 3-0. Sementara tim A Putra yang dikomandoi Fr. Norbert menang 10-7 atas tim B, dipimpin Pak Marjo.
Selama pertandingan yang dihelat selama 2x20 permainan berlangsung seru. Tensi antara kedua tim tidak menurun. Saling menekan sejak ditiupnya peluit oleh Yani Soba. Fr. Norbert berdiri sebagai pivot, ditopang Pak Domi, Pak. Iwan, dan Pak Rian. Fr. Norbert dan Pa Domi keluar sebagai pencetak gol terbanyak.
Gol-gol yang dilesakkan tim A memanfaatkan umpan dari area belakang yang ditopang Pak Rian. Sementara tim B, tidak berdaya. Meski berhasil mencetak tujuh gol, gempuran Pak Marjo, Pak Tino, Pak Luis, Om Ben, Pak Yos, dan Pa Teo selalu ditahan oleh Om Jimi, dkk.
Sesekali om Ben menusuk dari sisi kiri. Namun, terbendung oleh Pak Rian. Begitu juga Pak Tino dari area tengah, berhasil diintership oleh Pak Domi. Pak Feliks tampil gemilang. Berulang kali dia mengamankan gawangnya. Fr. Norbert dan Pak. Domi kewalahan membobol. Dia selalu sigap menyergap bola-bola pendek. Gemuruh penonton meneriaki aksi heroiknya.
Sayangnya, dewi fortuna tidak berpihak. Skor yang membengkak hingga 10 gol, sudah cukup membuktikan ketangguan tim yang dijuluki mutiara kuning dari timur. Dengan skor yang besar ini, maka tim A menyabet semua juara. Pada pagi hari tadi, tim tambang tim A putra-putri juga menang mudah. Menang dengan tiga set langsung.
Selesai pertandingan, makan kolak. Itu yang penting. Semua cekcok selesai di lapangan. Setelah itu, ketemu seperti biasa. Semua bersaudara. Terima kasih semua peserta didik. Terima kasih OSIS. Kalian luar biasa.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini