Tuhan amat baik. Ia tunjukkan kebaikan-Nya kepada kita melalui berbagai cara. Salah satunya, selalu diberikan kesehatan. Sehat menjadi prasyarat utama menjalankan seluruh aktivitas. Untuk itu, kita mesti mengucap syukur tiada henti. Kalau sudah sehat, maka semua pembelajaran berjalan baik. Para pelajar konsisten datang ke sekolah tidak lepas dari campur tangan Tuhan.
Dari bangun pagi hingga semangat berangkat sekolah bukti bahwa Tuhan punya kuasa. Ia-lah penggerak utama, kata filsuf Aristoteles. Apalagi, semua diawali dengan niat. Niat menyapa para guru dan teman-teman mulai dari gerbang masuk. Niat berseragam lengkap. Niat tetap rapi. Niat tetap necis. Niat tetap semangat dan bahagia. Semua niat ini dapat terealisasi jika sadar akan disiplin diri.
Amanat pagi ini menyentil tentang itu. Disiplin adalah tanda bahwa ekosistem pendidikan berjalan baik. Fr. Norbert mengatakan sekolah mesti menciptakan ekosistem pendidikan atau ekosistem belajar. Apa maksudnya? Ekosistem pendidikan, menurutnya, memiliki arti berkumpulnya elemen kecil dalam pendidikan yang bersinergi, integrasi, dan berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Bersinergi artinya mengisi satu sama lain. Integrasi arti saling membantu. Dalam sebuah ekosistem, tidak bisa mengabaikan satu sama lain. Atau berupaya terus membangun hubungan baik. Tujuannya, menuju pendidikan berkualitas.
"Saya mengajak kita semua untuk menyadari ekosistem pendidikan mulai dari kelas dan tempat kita bekerja. Menyadari serius bertujuan supaya pembelajaran dan tugas bisa dilakukan dengan menyenangkan. Tentu ada manfaat positif di sana", ungkap Fr. Norbert. Ia melanjutkan, aspek utama dari ekosistem pendidikan ialah karakter dan budi pekerti. Hal ini terjabar melalui moto Fides, Scientia, et Fraternitas. Beriman, berilmu, dan bersaudara.
Ia lantas mengharapkan ekosistem di sekolah tetap bertumbuh baik dan menyenangkan. Ia mengajak untuk bersama-sama bersatu dan mengisi kekurangan dengan kelebihan satu sama lain. Berhubungan baik juga mesti dilakukan setiap hari. Semoga kita menyadari peran masing-masing, sebagai guru, peserta didik, dan pegawai. Kalau kita menyadari ekosistem pendidikan, maka seluruh perjalanan berjalan baik, tutup Fr. Norbert.
"Tuhan menyertai seluruh perjalanan pembelahan selama sepekan ini." Tetap tumbuhkan ekosistem pendidikan. Mulai dari diri sendiri.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini