Detail Berita

UBAH MENTALITAS LAMA

Sabtu, 3 September 2022 06:58 WIB
59 |   -

Ekaristi adalah perayaan puncak kehidupan kaum beriman Katolik. Doa yang baik ditandakan penyerahan diri total kepada Kristus sebagai sumber Ekaristi. Ekaristi yang dirayakan setiap hari adalah ekspresi ucapan pujian, syukur serta tanda berkat dan rahmat Tuhan.

Tuhan selalu membimbing dan menyertai kita. Tuhan pula yang memberkati dan merestui. Kita percaya itu. Kita patut mengucap syukur atas semua kebaikan Tuhan. Syukur untuk semua hari, minggu, dan bulan itulah yang boleh dirayakan dengan penuh sukacita oleh segenap civitas academica SMAS Frater Don Bosco Lewoleba.

Bertempat di Aula Fraternitas, dilangsungkan perayaan Ekaristi Jumat pertama. Dipimpin oleh RP. Asterius, pastor paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora. Semua peserta didik turut hadir. Staf pengajar dan tenaga kependidikan terlibat aktif. Perayaan Ekaristi berlangsung khusuk.

Penanggung jawab lagu, misdinar, dan anggota kor para peserta didik dari kelas X A dan XII MIA I dengan wali kelasnya Ibu. Febi dan Pak Feliks. Organis Pak. Marjo. Perayaan Ekaristi berjalan selama satu jam. Tidak terasa karena kotbah RP. Asterius sangat menarik.

Dia mengajak untuk mencermati bacaan Injil hari ini. Pesan khotbahnya adalah mentalitas harus berubah. Perubahan mental bisa dicontohkan seperti Yesus yang menentang mentalitas orang Farisi. Menurutnya, mentalitas lama orang Farisi tidak cocok dengan mentalitas baru yang dibawa oleh Yesus.

Apa mentalitas orang Farisi? Menjalankan aturan secara taat dan munafik. Mereka buat banyak aturan, tetapi tidak dilaksanakan. Percaya pada Allah yang paling utama. Mentalitas baru ini dibawa oleh Yesus. Relasi kepada Allah yang paling kokoh, antara lain, diwartakan oleh Yesus. Sebab, keselamatan berasal dari Allah.

Namun, mengubah mentalitas lama memang tidak gampang. Cara pandang kitalah yang membentuk diri atau mentalitas. Pertanyaannya, kita masih pakai mentalitas lama atau baru? Tidak cukup jadi orang yang cerdas, tetapi juga mesti ada watak atau karakter pekerja keras, berjuang sungguh-sungguh, optimis, dan rendah hati.

Kalau kita punya mentalitas seperti ini, maka kita bisa ubah mentalitas lama. Kembali kepada mentalitas yang diajarkan oleh Yesus. Bukan mentalitas seperti orang Farisi. Punya pandangan yang berubah adalah ciri orang beriman kuat. Pesan khotbah RP. Asterius ini, tampak kontekstual dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.

Perayaan Ekaristi awal bulan September dan bulan-bulan selanjutnya, menjadi tanda syukur atas semua kebaikan Tuhan yang selalu bersedia mengubah mentalitas lama ke baru. Fr. Norbert, CMM mengucapkan terima kasih kepada RP. Asterius, pastor paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora.

Kedua, petugas liturgi, anggota kor, organis, dan seluruh peserta didik serta staf pengajar yang sudah terlibat dalam perayaan Ekaristi Jumat Pertama hari ini.

Salam dan bahagia. Tetap semangat.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini