Detail Berita

UJIAN KARYA TULIS ILMIAH HARI PERTAMA

Senin, 15 April 2024 10:34 WIB
96 |   -

Meski hujan turun, pembelajaran tetap berjalan normal. Hari pertama dilaksanakan ujian karya tulis ilmiah. Berlangsung di ruang kelas baru (RKB). Mulai tepat 09.00 pagi. Dinamika dan proses ujian berjalan menarik. Para penguji beri pertanyaan-pertanyaan kritis. Mereka menguji isi, metode tulisan, terutama hasil penelitian.

Kepada para peneliti, dimintai pertanggungjawaban ilmiah atas hasil penelitiannya. Ada beragam judul tulisan. Mereka wajib memberi jawaban masuk akal berdasarkan uji penelitian. Tujuannya jelas, melatih para pelajar cakap berbicara, berpikir kritis, menganalisis, kolaborasi, dan inovasi. Metode ini mengarahkan para pelajar mencapai pembelajaran abad ke-21.

Selain itu, ada sasaran umum dari ujian karya tulis ilmiah. Hal ini mengarahkan para pelajar untuk melihat hasil PISA tahun 2023. Ada beragam rujukan sumber untuk mengetahui hal ini. Menurut Syamsir Alam, Dewan Pengawas Yayasan Sukma, dalam opininya di Media Indonesia 18 Desember 2023, bahwa hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) 2022 baru-baru ini diumumkan pada 5 Desember 2023, dan Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor; matematika (379), sains (398), dan membaca (371).

Secara khusus PISA didesain untuk mengukur sejauh mana siswa dipersiapkan oleh sistem pendidikan mereka, dalam mengaplikasikan konsep dan keterampilan yang mereka pelajari. Konsep ini mendorong ide learning for transfer, yang mana siswa tidak hanya menguasai materi pembelajaran untuk tes, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam situasi kehidupan nyata.

Hasil PISA tidak hanya mencerminkan tingkat pemahaman siswa terhadap kurikulum, tetapi juga kemampuan mereka untuk berpikir kritis, menafsirkan informasi, dan memecahkan masalah dalam berbagai konteks kehidupan. Dengan demikian, PISA bukan hanya alat pengukur, melainkan juga pendorong bagi pengembangan kurikulum yang lebih relevan dan efektif.

Pernyataan ini sebanding yang disampaikan oleh Fr. Norbert. Ia mengingatkan para pelajar untuk berani keluar dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyeret mereka terjebak dalam krisis literasi. Salah satunya buta huruf. "Melalui ujian karya tulis ilmiah ini, para pelajar diharapkan bisa menemukan hal-hal positif bagi pengembangan diri.

Hal-hal positif yang saya maksudkan tidak hanya bisa menulis dan membaca, tetapi juga punya sikap ilmiah kritis dan analisis terhadap bahan penelitian yang hendak diuji", ungkap Fr. Norbert. Baginya indikator capaian PISA memiliki hubungan dengan rendahnya mutu diri dan kemampuan para pelajar di sekolah. Karena itu, sebenarnya, ujian karya tulis menjadi ajang unjuk kemampuan diri dan kolektif.

Momen tiga hari bisa dimanfaatkan pelajar membuktikan diri bahwa mereka bisa. Kalau bisa menulis, berarti bisa menjawab dan menganalisis pertanyaan. Hari pertama empat belas kelompok terselesaikan. Mereka bangga. Senang. Bagian akhir dari seluruh perjalanan di SMATER dituntaskan dengan amat baik. Ada raut muka kegembiraan. Ada yang menangis haru.

Perjuangan menuntaskan karya tulis ilmiah menjadi perjalanan penting yang akan dicatat dalam buku kehidupan mereka. Banyak terima kasih dan selamat. Sampai jumpa esok.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini