Hari ketujuh. Ujian sekolah berakhir. Alangkah menyenangkan. Para pelajar merasa plong. Perjuangan sepekan selesai. Mulai esok, mereka tidak lagi ke sekolah. Tidak lagi berseragam. Tidak lagi sibuk datang pagi-pagi. Tidak lagi sibuk urusan terlambat, dikejar waktu, disuruh masuk cepat. Mereka bisa beristirahat di rumah. Istirahat dari kegiatan pembelajaran.
Mereka sudah siapkan diri masuk kampus. Kuliah dan mengejar cita-cita. Sejak sebulan lalu, mereka urus mendaftar. Ada yang lolos SMPTN. Ada yang mau ikut UTBK. Kedua jalur ini dipilih, mengingat bisa membantu mereka. Tidak terhitung jalur swasta dan mandiri lainnya.
Para pelajar kelas XII antuasias ingin berkuliah di universitas ternama. Mereka percaya diri sekali. Kuncinya kerja keras dan usaha. Keduanya saling bertalian. Punya hubungan tak terpisahkan. Kerja keras tanpa usaha, sia-sia. Usaha tanpa kerja keras, jadi absurd. Untuk itu, mereka harus fight. Berjuang dari sekarang. Supaya juga doa dan harapan orang tua tercapai.
Tentu mimpi besar dimulai dari tangga pertama. Sebelum melangkah jauh, para pelajar harus mengakhiri tahap pertama. Tahap pertama dimaksud ujian sekolah. Ujian sekolah penting dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan mengukur kemampuan peserta didik. Kemampuan kinestetik dan numertik salah satunya. Mereka wajib tuntaskan supaya tidak ada tunggakan. Supaya semua urusan tidak terkendala. Kalau terkendala bisa repot. Sekalipun soalnya sulit, wajib diselesaikan.
Hari terakhir ujian, pelajar di ruang satu dapat giliran dijepret. Mereka tahu. Mereka sadar. Gampang diterka. Akhirnya, wajah mereka terlihat di beranda medsos sekolah. Mereka rapi sekali. Berseragam pramuka lengkap. Untuk terakhir kali. Tidak tanggung-tanggung, mereka ambil posisi mantap. Pasang muka serius di hadapan gawai dan komputer. Tidak lupa umbar senyum manis. Sengaja dibuat begitu supaya ketegangan ujian tidak terlihat.
Ujian pertama sejarah peminatan dan matematika pemintan. Mereka menyebutnya Sepitan dan Mapitan. Sepitan untuk IPS. Mapitan untuk IPA. Total soal 40 nomor. Waktu pengerjaan dimulai pukul 07.30. Selama itu, mereka santai. Terlihat luwes. Tidak begitu tegang. Kedua kaki digoyangkan. Mereka menikmati betul dengan soal yang diujikan. Ujian pertama berakhir 09.30.
Ujian kedua, mapel TIK. Untuk mapel ini, mereka tidak anggap enteng. TIK jadi salah satu mapel penting. Dasarnya karena berkaitan pemograman. Berkaitan juga dengan dunia perkuliahan dan pekerjaan nantinya. Soal TIK berjumlah 40 nomor. Sedikit rumit, tapi bisa diselesaikan. Mereka senang. Keluar ruangan dengan perasaan bangga. Bangga karena sudah melewati semua. Tentu pelajaran TIK membekas di benak mereka.
Juga mapel lainnya. Membekas kuat dalam ingatan, terpartri kuat dalam sanubari. Banyak terima kasih. Sampai di hari Senin, hari perpisahan dan pelepasan. Wasalam.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini