
Suasana penuh kekeluargaan dan nuansa budaya Lamaholot mewarnai kunjungan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, bersama Frater Pemimpin Umum Kongregasi CMM, para imam, serta para Frater yubilaris yang merayakan 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara serta para Frater yang akan mengikrarkan kaul kekal di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba.
Kedatangan rombongan disambut dengan sapaan adat oleh Bapak Linus Beseng, dilanjutkan dengan pengalungan selendang serta pemberian tuak dan rokok koli. Dalam tradisi masyarakat Lamaholot di Lembata, tuak dan rokok koli, yaitu rokok tradisional yang terbuat dari daun lontar, merupakan simbol penghormatan tertinggi, ketulusan dalam menerima tamu, serta pengikat persaudaraan atau kohesi sosial antara “ata lewo” sebagai tuan rumah dengan para tamu yang datang.
Sapaan adat serta pemberian tuak dan rokok koli bukan sekadar seremoni penyambutan, tetapi merupakan bagian dari hukum dan tata kehidupan adat masyarakat Lamaholot yang dikenal dengan “adat pitu”. Ritual tersebut menjadi ungkapan penghargaan terhadap martabat manusia sekaligus bentuk penerimaan yang tulus terhadap setiap tamu yang hadir.
Setelah sapaan adat, rombongan kemudian diarak memasuki lingkungan sekolah dengan diiringi musik gong gendang dan tarian daerah penyambutan tamu. Nuansa budaya lokal yang kental membuat suasana penyambutan semakin meriah dan penuh keakraban.
Kunjungan ini menjadi kunjungan pertama Mgr. Yohanes Hans Monteiro ke lembaga pendidikan milik Kongregasi Frater CMM yang berkarya di wilayah Lembata. Kehadiran Bapak Uskup bersama para imam dan para Frater menjadi momen istimewa sekaligus berkat bagi seluruh warga SMAS Frater Don Bosco Lewoleba.
Rombongan kemudian menuju lingkungan sekolah untuk melihat secara lebih dekat suasana dan lingkungan belajar di SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Rombongan didampingi oleh Fr. David Jeda CMM, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah, pengurus Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata, para guru, pegawai, serta perwakilan siswa. Keluarga besar SMAS Frater Don Bosco Lewoleba dan Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata menyambut dengan penuh antusias kehadiran Bapak Uskup, para imam, dan para Frater. Kehadiran mereka menjadi sukacita sekaligus berkat bagi sekolah dan seluruh warga sekolah.
Suasana penuh kekeluargaan kemudian berlanjut di Aula Fraternitas. Kegiatan diisi dengan perkenalan para pengurus Yayasan Don Bosco Manado Perwakilan Lembata serta para pendidik dan tenaga kependidikan yang dipandu oleh Fr. David Jeda CMM, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian Kongregasi CMM di wilayah Keuskupan Larantuka, khususnya di Lembata, yang berkarya dalam dunia pendidikan dan pelayanan apostolat berlandaskan nilai belas kasih Allah.
Bapak Uskup menegaskan bahwa tujuan sejati pendidikan adalah mendekatkan manusia kepada Allah sekaligus memanusiakan manusia. Pendidikan tidak semata-mata diarahkan untuk mengikuti perubahan kurikulum atau kebijakan, tetapi harus mampu membentuk manusia yang utuh, berkarakter, beriman, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dalam penguatannya, Bapak Uskup juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur, seperti persoalan literasi dan numerasi, rasa kesepian serta kehilangan harapan di kalangan orang muda akibat pengaruh dunia digital, hingga berbagai ancaman penyakit sosial. Karena itu, kehadiran para Frater dan pendidik diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus sarana pembinaan yang menghadirkan harapan baru bagi anak-anak didik.
Bapak Uskup juga memberikan apresiasi atas kesetiaan para Frater dalam menjalani panggilan hidup membiara. Perayaan 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara serta persiapan kaul kekal menjadi momentum untuk mensyukuri kesetiaan dalam panggilan sekaligus memperbarui komitmen dalam pelayanan kepada Gereja, masyarakat, dan dunia pendidikan.
Setelah penguatan dari Bapak Uskup, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan para Frater yang merayakan pesta 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara, para Frater yang akan mengikrarkan kaul kekal, serta Frater Pemimpin Umum Kongregasi CMM. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan persaudaraan, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat para anggota Kongregasi CMM yang hadir dalam rangkaian perayaan tersebut.
Rangkaian kunjungan kemudian diakhiri dengan makan bersama. Keluarga besar SMAS Frater Don Bosco Lewoleba menyiapkan berbagai masakan lokal sebagai bentuk keramahan dan penghormatan kepada para tamu.
Kunjungan Uskup Larantuka, para imam, dan para Frater CMM ini menjadi momentum yang berharga bagi keluarga besar SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Kehadiran mereka tidak hanya membawa sukacita, tetapi juga memberikan penguatan, inspirasi, dan berkat bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan karya pendidikan yang berlandaskan iman, kasih, persaudaraan, dan penghormatan terhadap budaya lokal.
#Fides,ScientiaetFraternitas
#Beriman, Berilmudan Bersaudara
Jadilah yang pertama berkomentar di sini