Hujan yang turun kemarin sore, bikin panjang langit-langit gelap hingga pagi ini. Sejak pagi, pemandangan sedikit tidak bersahabat karena matahari bersembunyi di balik awan. Namun, udara jadi sejuk. Rerumputan hijau banyak bermekaran. Pepohonan menggumpal hijau. Setidaknya, bekas-bekas hujan tidak bikin gelebah hati.
Kalau mau dibilang, justru gerimis panjang (hujan) yang turun menguntungkan untuk kegiatan hari ini. Keuntungannya tidak ada terik menyengat. Maka, berbondong-bondong para peserta didik mengerumuni lingkungan sekolah. Ada yang mengambil tempat di sekitar area aula, di pelataran kelas, pelataran perpustakaan, dan ada yang memilih tempat dekat gua Maria.
Mereka sedang sibuk apa? Yang terlihat adalah mereka memasak, menanak, mengulek, mengukus, memotong, membersihkan wadah, menimba air, membolak-balik adonan, menggoreng, dan mencicip. Ya, kegiatan hari ini seperti pemandangan para koki di restauran. Sibuk sekali. Mereka sedang menunjukkan skil memasak dalam masing-masing kelompok.
Rata-rata mereka mengkombinasikan masakan enak. Kreativitas dan kerjasama begitu terlihat di setiap kelompoknya. Ada kelompok yang memasak risol mayones, kebab, boba, sandwich, Sempol ikan, cracker ragout ayam, lumpia isi ayam.
Kelompok lain terlihat membuat arem-arem ikan cengkalang, lumer, tar singkong, bolu ubi isi cokelat, martabak, pastel, curos, kentang balado plus telur gulung, bolu kukus, kue pisang isi cokelat, dan bolu ubi.
Ada yang menyajikan sempolan, es mangga, brownis rainbow, lumpia, jajanan bawang, corndog, dan bakwan jagung, keripik ubi balado. Semua masakan di atas memberikan kenikmatan tersendiri di lidah. Kelompok Ketrin Ure dari kelas XI IIS, misalnya, memasak lumer selebew.
Masakan mereka ini terdiri atas roti, cokelat, keju, tepung roti, dan telur. Proses pengerjaannya hanya memakan waktu satu jam. Untuk menghasilkan masakan yang enak, mereka saling bekerja sama dan berkolaborasi. Tidak ada duduk manis. Tinggal diam atau tidak bekerja. Semua wajib bekerja dalam tim. Hasilnya, lumer selebew ludes terjual. Satu mika dijual dengan Rp. 3.000.
Es kelapa dari kelompok tiga kelas X B menjadi menu utama yang disajikan selain menu-menu yang sudah disebutkan di atas. Menurut Raja, konsumen pertama, es buah buatan Itin dan teman-teman sangat enak di lidah. Apalagi Raja yang kelihatan sibuk dan haus begitu menikmati es kelapa di bawah pohon gamal.
Lain Raja, lain guru-guru. Apresiasi datang dari ibu Ina dan Ibu Riana. Mereka berdua baru saja mencicip kue bolu hasil racikan peserta didik dari kelas XI IIS III. Mereka beli satu mika. Ibu Agnes dan Pak Luis sampai beli lebih dari satu racikan menu. Mereka beli aneka masakan. Kue bolu, nasi amer-amer ikan cakalang, dan es buah jadi pilihan utama mereka.
Enak memang. Para peserta didik sangat telaten membuat masakan yang lezat. Mereka hilir mudik menjual di guru-guru. Tawar menawar terjadi. Harga tertinggi dipatok untuk sandwich buatan Jeri, dkk. Jeri dan teman-teman membuat sandwich dengan cara sederhana. Roti, telur, saos, sayur, sosis isi dalamnya. Enak sekali rasanya. Semua guru menikmati menu masakan peserta didik hari ini.
Terima adik-adik. Kalian luar biasa.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini