Oleh : Yuliany Daro Dey S.Pd
Guru Bimbingan Konseling
Bimbingan Konseling dikenal dengan istilah Guidance and Counseling merupakan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok agar dapat mandiri dan bisa berkembang secara optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir.
Peserta didik sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan lingkunganya. Di samping itu peserta didik senantiasa mengalami berbagai perubahan sikap dan tingkah lakunya dalam mengahadapi berbagai masalah. Layanan bimbingan konseling berperan penting bagi para peserta didik sebagai pencegah terjadinya masalah-masalah yang tidak diinginkan dan menemukan solusi yang tepat.
Di setiap sekolah memiliki guru Bimbingan Konseling. Ada berbagai pandangan tentang guru BK, misalnya guru bimbingan konseling seperti “tong sampah”. Hal ini bisa dimengerti tempat penampungan peserta didik yang nakal dan yang bermasalah. Konsep ini bisa dapat dipandang sebagai hal positif.
Tugas utama guru BK itu menerima, mendengarkan, memahami dan memberi solusi. Bimbingan konseling sebenarnya diperuntukkan bagi semua peserta didik sebagai upaya pencegahan dan upaya penyelesaian suatu masalah yang dihadapi. Dengan kata lain layanan bimbingan konseling harus menjadi ‘tong penampung’ atau penyelamat bagi peserta didik.
Pemahaman peserta didik mengenai guru bimbingan konseling di sekolah masih sangat terbatas. Bimbingan konseling sebagai tempat menampung (‘tong sampah’) untuk menampung berbagai masalah dan pelanggaran, seperti bolos, tawuran, menyontek, memaki, bullying, merokok dan ketidaklengkapan atribut sekolah.
Selama memberikan layanan bimbingan konseling baik secara menyeluruh di kelas ataupun secara individu banyak ditemukan berbagai masalah pribadi yakni berkaitan dengan rasa percaya diri, mudah marah hingga tidak mampu mengendalikan diri, dan tidak mampu menerima diri secara utuh.
Dalam kaitan dengan masalah sosial ditemukan masalah yakni, diremehkan oleh orang lain, sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru, berprasangka buruk terhadap orang lain, kondisi lingkungan yang kurang sehat, pergaulan bebas dan tawuran.
Kaitan dengan masalah belajar yaitu sulit berkonsentrasi pada hal yang dipelajari, selalu menyontek, tidak menyukai mata pelajaran tertentu, malas dan suka menunda tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Dalam masalah karir, seperti, kebingungan dalam pemilihan jurusan yang sesuai, persiapan karir setelah tamat dari sekolah, belum mengetahui bakat dan minat yang dimiliki.
Hal ini sebagai isyarat bahwa ‘penyebab masalah’ peserta didik adalah dari dalam diri maupun dari lingkungan luar individu. Peserta didik pada tingkatan SMA merupakan peserta didik yang sedang mengalami masa pengenalan jati diri. Layanan bimbingan konseling perlu bertindak sebagai penyelamat.
Dalam mencegah dan menemukan solusi agar peserta didik dapat berkembang dan bisa menjadi pribadi yang mandiri. Langkah yang diambil oleh guru bimbingan dan konseling berkaitan dengan masalah di atas sebagai upaya penyelamatan bagi peserta didik adalah dengan melakukan pendekatan-pendekatan.
Ada banyak cara untuk mencegah dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh peserta didik sebagai bentuk penyelamatan yaitu melalui pendekatan bimbingan dan konseling. Pendekatan yang dipakai ini adalah pendekatan krisis sebagai upaya bimbingan dan konseling yang arahnya memberikan bantuan bagi peserta didik yang mengalami krisis atau masalah. Solusinya berkaitan dengan aliran psikoanalisis yang menekankan pada penggalian informasi masalah peserta didik pada peristiwa masa lampau menjadi akar masalah peserta didik saat ini.
Pendekatan remidial juga dipakai dan diarahkan pada peserta didik yang mengalami kelemahan atau kekurangan agar peserta didik dapat memperbaiki perilakunya. Pendekatan ini dipengaruhi oleh aliran psikologi behavioristik yang menekankan pada perilaku peserta didik pada saat sekarang serta lingkungan sebagai pendukung perbaikan perilaku.
Itu artinya bahwa adanya kolaborasi antara keluarga, guru, lingkungan pertemanan dengan peserta didik itu sendiri untuk membantu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang dipakai untuk antisipasi masalah yang akan terjadi melalui pemberian beragam informasi dan keterampilan melalui pembuatan materi-materi untuk peserta didik yang berkaitan dengan bidang pribadi, sosial belajar dan karir.
Metode bimbingan konseling yang digunakan adalah metode bimbingan individu dan metode bimbingan kelompok. Hal pertama dilakukan oleh guru bimbingan konseling melakukan penyebaran Identifikasi kebutuhan masalah peserta didik (IKMS) untuk diisi oleh siswa guna memperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.
Kedua menentukan layanan bimbingan dan konseling yang cocok bagi peserta didik, layanan bimbingan dan konseling membantu memecahkan masalah dan mengubah pola hidup yang negatif menjadi positif sehingga peserta didik dapat hidup sesuai dengan tujuanya. Ada berbagai jenis layanan konseling yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik, ada layanan orientasi mengarah pada penyesuaian diri dengan lingkungan yang baru.
Layanan informasi mengarah pada penerimaan dan pemahaman tentang berbagai informasi mengenai informasi pribadi, sosial, belajar ataupun karir berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Layanan informasi biasanya dikemas dalam bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok di kelas engan melihat kebutuhan yang dipilih untuk menentukan pemilihan topik yang tepat dalam pembuatan rencana pelaksaan layanan. Layanan penempatan dan penyaluran berkaitan dengan kesesuaian kelompok belajar, pemilihan jurusan yang tepat, pemilihan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat dari peserta didik.
Setelah menentukan pemberian layanan yang tepat selanjutnya ada evaluasi yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling berupa penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses melihat sejauh mana keefektifan pelayanan BK. Penilaian hasil melihat pola tingkah laku yang positif untuk dipertahankan dan dikembangkan serta memperbaiki pola tingkah laku yang negatif.
Hasil dari strategi yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dapat dilihat melalui sikap peserta didik menjadi lebih dekat dan terbuka dengan guru bimbingan konseling. Guru tidak hanya berperan ketika siswa mengalami masalah dan menunggu siswa bermasalah masuk dalam ruangan bk sebagai tong sampah.
Guru BK hadir di dalam kelas dan dalam kelompok-kelompok kecil yang dibentuk untuk menjadi penyelamat dalam menemukan, berbagi dan berkonsultasi berkaitan dengan masalah-masalah yang dialami peserta didik .Peran Bimbingan konseling tentunya memberikan bantuan bagi peserta didik sebagai penyelamat atas segala masalah-masalah yang terjadi.
Guru bimbingan konseling tidak hanya sebagai ‘tong’ yang menampung siswa bermasalah tapi juga sebagai tempat peserta didik untuk mencari pencegahan dan solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi. Harapan sebagai guru BK ‘Jangan hanya mencari guru bimbingan konseling pada saat mengalami masalah namun carilah juga guru bimbingan konseling sebagai sumber informasi untuk membentengi diri dari berbagai masalah yang akan datang pada diri peserta didik’.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini