Magdalena Nona Lince, S.Pd
Guru Biologi
Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya disebut ekologi. Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah dan tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi sangat erat dan saling memengaruhi.
Menurut A.G Tansley (1935) ekosistem sebagai suatu unit ekologi yang di dalamnya terdapt struktur dan fungsi. Ekosistem menurut Woodbury (1954) merupakan tatanan kesatuan secara kompleks di sebuah wilayah yang terdapat habitat, tumbuhan dan binatang. Menurut Odum (1993), ekosistem adalah seperangkat unit fungsional dasar dalam suatu ekologi yang didalamnya tercakup organisme dan lingkungan.
Komponen penyusun ekosistem dibedakan berdasarkan sifat dan fungsinya. Berdasarkan sifatnya, ekosistem dibedakan menjadi: faktor biotik, adalah faktor yang terdiri dari atas semua makhluk hidup di bumi. Faktor biotik ini terbagi dalam tingkatan organisme ekologi, terdiri: a) individu adalah organisme tunggal yang mampu /dapat hidup sendiri. Setiap individu dapat mempertahankan diri dengan cara yang berbeda- beda disebut denngan adaptasi.
Cara mempertahankan diri tersebut dapat dilihat dari struktur dan tingkahlakunya. Populasi merupakan kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Ukuran populasi dapat berubah sepanjang waktu yang disebut dengan dinamika populasi.
Dinamika ini dapat disebabkan oleh manusia ataupun gejala alam. Masing-masing populasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam dinamika populasi. Karakteristik tersebut adalah kepadatan (densitas) laju kelahiran (natalitas), laju kematian (moralitas), potensi biotik, dan pertumbuhan.
Ekosistem merupakan sistem yang terbuka. Maksudnya adalah sistem ini selalu dan dapat berubah-ubah baik komponen penyusunannya maupun energi yang mengalir di dalamnya. Ekosistem meliputi semua komponen biotik dan abiotik yang berada pada daerah tertentu. Faktor abiotik adalah komponen-komponen ekosistem yang meliput faktor fisik dan kimia. Faktor abiotik di antaranya adalah tanah, air, sinar matahari, suhu, angin, batuan. Faktor abiotik mempengaruhi faktor biotik, begitu sebaliknya.
Dalam proses pembelajaran sebagai guru, saya mengalami sedikit kendala dalam menyajikan materi. Bukan berarti guru tidak mampu, tetapi yang dimaksudkan disini adalah metode yang digunakan terkadang tidak sesuai dengan daya tangkap dari masing-masing siswa yang berbeda.
Hal ini terjadi karena dilatari oleh beberapa faktor x, misalnya daya tangkap, daya serap dan lain sebagainya. Penulis menawarkan metode observasi lapangan atau studi lapangan, dengan ciri-ciri sebagai berikut: objektif yaitu dilakukan berdasarkan objek tunggal nyata yang diamati langsung. Faktual yaitu dilakukan sesuai fakta atau keadaan yang terjadi dilapangan.
Sistematik yaitu diterpakai secara urut dan sistematis. Berikut langkah-langah untuk melakukan observasi, antara lain, menentukan objek yang akan diamati, mengumpulkan fakta terkait objek, menyiapkan laporan untum mencatat data hasil observasi, melakukan pencatatan observasi, -menyunting hasil laporan observasi.
Dilakukan studi lapangan dengan perlu mempersiapkan alat dan bahan sesuai yang dibutuhkan. Siswa diarahkan ke lingkungan sekitarnya (sekolah). Mulai membuat plot secara acak sebanyak 3 kali setiap kelompok. Siswa diarahkan untuk mengamati setiap komponen ekosistem yang terdapat dalam masing-masing plot, gunakan kaca pembesar untuk mengamati obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
Klasifikasikan komponen-komponen yang telah kalian amati atau temukan ke dalam komponen biotik dan komponen abiotik, masukkan data yang kalian peroleh ke dalam tabel hasil pengamatan. Dari langkah-langkah tersebut, maka siswa dapat dibagi dalam beberapa kelompok: di sini penulis membagi 4 kelompok sesuai dengan jumlah siswa.
Siswa kemudian diminta untuk berdiskusi sesuai dengan hasil pengamatan, dan dibantu oleh beberapa pertanyaan, sebagai berikut: dari komponen-komponen ekosistem yang telah kalian temukan, adakah interaksi yang terjadi di dalamnya? Apakah ada jelaskan!, bagaimana sifat interaksi yang terjadi antara komponen ekosistem tersebut, menguntungkan atau merugikan?
Jika salah satu komponen ekosistem mengalami gangguan atau bahkan musna apa yang akan terjadi pada ekosistem tersebut? coba analisis kemungkinan-kemungkinan yang terjadi? Bagaimana solusi kalian untuk mengatasi ketidakseimbangan yang terjadi pada suatu ekosistem? Dari beberapa pertanyaan yang dipaparkan oleh penulis sesungguhnya sekedar membantu siswa langsung membuktikan interaksi yang terjadi didalam suatu ekosistem serta komponen- komponen yang terdapat di dalamnya.
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang membentuk hubungan timbal balik. Ekosistem tersusun atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk tak hidup atau benda mati. Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup yang meliput tumbuhan,hewan, dan manusia.
Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan yang sehat sebagai tempat tinggal. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan tempat lingkungan terutama disekitar tempat tinggal kita. Jagalah kelestarian dan keberlangsungan hidup makhluk hidup, karena makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan dan tidak dapat hidup sendiri.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini