Detail Opini Guru

PENGARUH APLIKASI BRAINLY TERHADAP KEMAMPUAN SISWA

Jumat, 4 April 2025 11:04 WIB
  3318 |   -

Yosef B. L. Nggaka, S.Pd

Guru Sejarah

 

Secara umum, pengertian teknologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keterampilan dalam menciptakan alat sampai metode pengolahan guna membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan manusia.

Saat ini kebanyakan manusia sangat bergantung pada teknologi, bahkan teknologi bisa menjadi kebutuhan dasar bagi setiap orang. Mulai dari orang tua hingga anak-anak yang menggunakan teknologi dari aspek kehidupannya. Dengan adanya teknologi bisa mempermudah orang untuk melakukan aktivitasnya atau lebih efisien dan tepat.

Penggunaan teknologi sudah bukan hal yang asing lagi di dalam era globalisasi. Termasuk di dunia pendidikan, sebagai tempat lahirnya teknologi sudah sewajarnya bila pendidikan juga memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran. Teknologi punya pengaruh besar baik untuk kelancaran proses pembelajaran di kelas maupun sebagai sarana untuk mendapatkan informasi.

Sering kali para siswa mengerjakan tugas atau mendapatkan jawaban dengan memanfaatkan mesin pencari berkat kemajuan teknologi. Biasanya untuk mendapatkan informasi akurat para siswa akan merujuk pada suatu website atau aplikasi yang telah dipercaya dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Salah satu aplikasi yang sering di gunakan para siswa sebagai rujukan dalam mendapatkan informasi atau jawaban atas pertanyaan adalah brainly.

 

 

 

 

Brainly merupakan aplikasi yang menghubungkan banyak anggotanya untuk saling memberikan  pertanyaan dan menjawab topik-topik seputar pendidikan atau pelajaran di kelas. Konsep dari aplikasi ini adalah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk dapat bertanya dan menjawab sehingga akan terbentuk sebuah hubungan untuk saling membantu satu dengan lainnya. Aplikasi ini bisa di download gratis di playstore maupun appstore.

Brainly menyediakan 25 kategori pelajaran mulai dari tingkatan SD hingga SMA. Aplikasi ini sangat berguna bagi siswa karena kita bisa langsung  mendapatkan jawaban tanpa harus mencari dari berbagai sumber. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh  siswa dalam mengerjakan tugas tanpa harus membaca buku lagi. Siswa menjadi  malas belajar dan bergantung pada aplikasi-aplikasi semacam Brainly ini. Brainly bahkan sudah  di download lebih dari 100 juta pengguna di Playstore.

Kemajuan teknologi yang sangat cepat dari waktu ke waktu kadang juga bisa menimbulkan  dampak negatif. Para siswa dikhawatirkan semakin bergantung dengan kecanggihan yang diberikan teknologi saat ini. Ada beberapa penelitian yang  menyebutkan bahwa kecanggihan teknologi membuat minat baca para siswa menurun.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2016 menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. (Evita, 2017). Hasil ini mengindikasikan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dan tentu akan berpengaruh pada kualitas pendidikan. Siswa yang tidak memiliki keinginan untuk membaca akan berakibat pada rendahnya tingkat pengetahuan dan kualitas diri mereka.

Rendahnya minat siswa untuk membaca juga dirasakan oleh penulis saat mengajar pelajaran sejarah Indonesia di kelas. Secara khusus penulis mengamati rendahnya minat membaca dan belajar mata pelajaran sejarah berdampak pada pemahaman para siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, para siswa tidak memanfaatkan jurnal, artikel, atau buku sebagai referensi belajar. Para siswa justru lebih memilih dan menggunakan jawaban yang tersedia di aplikasi brainly.

 

 

Penulis melihat kenyataan ini di kelas X IIS SMAS Frater Don Bosco Lewoleba. Para siswa  tidak memanfaatkan media pembelajaran seperti yang sudah disebutkan di atas. Penulis mengamati ketiadaan rujukan atau sumber yang direkomendasi berdampak pada kemampuan menganalisis para siswa.

Sejauh ini, penulis menawarkan langkah alternatif menghadapi persoalan ini. Penulis mencoba menawarkan solusi dengan menyediakan sumber pembelajaran, seperti artikel, buku, dan jurnal. Penulis mendorong dan melatih para siswa agar menemukan jawabannya pada sumber asli ini dan sebaliknya penulis tidak merekomendasi brainly sebagai sumber belajar.

Ada beberapa faktor beberapa faktor penyebab penulis tidak merekomendasikan penggunaan brainly pertama, aplikasi branly tidak melatih para siswa untuk menganalisis dan menemukan jawabannya sendiri. Kedua, brainly cenderung menjerumuskan para siswa untuk berpikir instan dan cenderung tidak kreatif. Ketiga, sebagai gudang informasi brainly tidak membantu para siswa mengurai persoalan yang dicari.

Terhadap persoalan ini, penulis menyediakan metode atau pendekatan. Penulis menggunakan metode diskusi. Penulis mengajak siswa berdiskusi dengan maksud mencari, mengevaluasi dan menganalisis persoalan dalam pembelajaran sejarah. Diskusi yang dipakai penekanannya mengedepankan aktivitas dan interaksi siswa.

Di  depan kelas siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide, gagasan, pemikiran dengan cara bertanya atau berpendapat dan penulis hanya tampil sebagai mediator. Dengan metode ini siswa diberi pemahaman bagaimana cara memecahkan masalah, saling mengemukakan pendapat secara konstruktif dan membiasakan siswa untuk mendengarkan pendapat orang lain.

Sebelum menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran, hendaknya penulis mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggunakan metode diskusi. Langkah-langkah penggunaan metode diskusi menurut Hasibuan dan Moedjiono (2004:23) antara lain.

Pertama, penulis mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara pemecahannya. Kedua, penulis membimbing siswa dalam membentuk kelompok-kelompok diskusi. Ketiga, para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing, sedangkan penulis bertindak sebagai orang mengendalikan agar berjalan lancar. Keempat, setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. Kelima, siswa mencatat hasil diskusi dan dikumpulkan kepada guru.

Dari langkah-langkah di atas dan penerapannya di dalam kelas, penulis menemukan hasil yang diharapkan. Selain para siswa dapat menyampaikan ide dan gagasannya proses diskusi bertujuan membantu para siswa melatih mempertahankan ide dan gagasan. Para siswa juga dapat membangun kerja sama dan bertanggung jawab serta mendorong para siswa untuk berani memecahkan persoalan.

Pengamatan penulis, para siswa kelas X SMAS Frater Don Bosco Lewoleba sudah sampai pada titik ini. Para siswa tidak sungkan menyampaikan gagasan yang muncul  dalam diskusi kelompok. Kekeliruan yang masih ditemukan penulis, berupa gramatikal, kelogisan, dan inkonsisten ide. Namun, secara keseluruhan penulis selalu mengapresiasi siswa atas hasil diskusi.

Brainly telah menjadi sebuah platform yang sering digunakan para siswa untuk membantu mereka dalam mengerjakan pekerjaan sekolah seperti mengerjakan tugas, mengerjakan PR, belajar, bahkan sampai digunakan untuk mengerjakan ulangan harian. Namun terlepas dari manfaat yang diberikan oleh brainly, penulis beranggapan bahwa penggunaan Brainly akan membawa dampak negatif terhadap cara belajar mereka.

Berdasarkan persoalan di atas, maka siswa diharapkan tidak menggunakan branly sebagai satu-satunya sumber informasi. Penulis menganjurkan siswa agar selalu menggunakan sumber asli yang terdapat pada artikel, jurnal, dan buku pelajaran. Kepada orang tua agar membatasi penggunaan internet dalam proses pembelajaran siswa.

Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini