Hesty Boi Hena
XII MIA-I
Kisah ini di mulai dari seorang gadis kaya raya bernama Anna. Anna memiliki seorang kekasih yang sangat ia sayangi. Pria itu bernama Carles.Selama 5 tahun menjalin hubungan dengan Carles tunangannya, Anna merasa ia akan hidup bahagia bersama pria yang di cintainya. Namun kebahagiaannya harus menjadi awal dari mimpi buruknya.
Waktu itu Anna baru kembali dari New York setelah menghadiri metting penting mengenai bisnis perusahaan. Kepulangannya tidak diketahui oleh siapa pun, Anna ingin memberikan kejutan kepada keluarga terlebih lagi kepada Carles.
Dengan rasa bahagia dan dilanda rindu yang cukup berat Anna ingin segera menemui Carles. Tibanya Anna di bandara Italia ia langsung buru-buru menemui Carles di Apartemennya untuk memberikan kejutan. Dalam perjalanannya Anna terus memandangi cincin di jari manisnya yang merupakan lamaran dari Carles. Kebahagiaan inilah yang membuat Anna cepat-cepat ingin kembali ke Italia menemui Cerles untuk membahas pernikahan keduanya.
Sesampainya di apartemen Anna harus menyaksikan perselingkuhan Carles dan sahabatnya Vilya. Dengan perasaan hancur Anna langsung berlari keluar sambil membasuh air mata tanpa memperdulikan panggilan dari Carles. Dari perlarian Anna tersebut, ia tak sengaja menabrak seorang pria. Bukannya merasa bersalah Anna malah memarahi pria tersebut karna tidak hati-hati dan pergi meninggalkan pria tersebut. Pria tersebut hanya terdiam sesaat kemudian tersenyum melihat kelakuan Anna.
Semenjak kejadian tersebut Anna menjadi Frustasi dan lebih mengurung dirinya selama berbulan-bulan. Karena tidak ingin putri semata wayangnya terlarut dalam kepedihan, Nicolas ayah Anna terus membujuk putrinya tersebut untuk keluar. Hingga akhirnya Anna pun luluh dengan bujukan ayahnya. Anna kemudiannya di ajak ayahnya untuk melihat kontruksi bangunan yang sedang di jalankan oleh ayahnya. Nicolas berharap dengan bujukan tersebut Anna tidak lagi mengurungkan dirinya dan lebih beradaptasi dengan dunia luar.
Keduanya akhirnya pergi ke konstruksi bangunan. Di sela-sela kesibukan ayahnya, Anna kemudian berjalan-jalan melihat bangunan yang sedang di jalankan ayahnya tersebut. Tanpa sengaja Anna bertemu dengan pria yang pernah ia tabrak. Pria tersebut sempat melihat dan melambaikan tangannya ke Anna, entah apa yang di rasakan Anna ia malah membalikkan mukanya dan pergi terburu-buru tanpa memperdulikan sih pria tersebut.
Malu dengan tingkahnya Anna akhirnya keesokan nya Anna pergi mengikuti Ayahnya dan memberanikan diri menemui pria tersebut. Dari pertemuan tersebut Anna akhirnya mengetahui nama pria tersebut, ia bernama Alex.
Alex telah lama bekerja bersama dengan Ayahnya Anna dan sangat kenal baik dengan Beliau. Alex juga merupakan orang kepercayaan ayahnya Anna. Hari-hari berlalu keduanya akhirnya saling jatuh cinta. Hubungan Keduanya kemudian diketahui ayahnya Anna. Awalnya ayah Anna tidak menyetujui hubungan kedua karena ia takut kalau Alex akan menyakiti perasaan Anna. Tapi karena bujukan dan tekat yang bulat dari Alex ingin menikahi Anna, akhirnya hubungan keduanya di setujui.
Keduanya akhirnya menikah dan membeli sebuah tanah di dekat pantai sesuai dengan impian Anna. Walaupun hidup berdua dan jauh dari perkotaan keduanya sangat bahagia. Hari terus berganti dan waktu terus berjalan. Waktu itu Anna bangun terlambat dan mendapati Alex telah berangkat bekerja.
Anna segera beranjak dari tempat tidur dan kemudian membereskan rumah, layaknya ibu rumahtangga pada umumnya. Di sela-sela membereskan rumah Anna tiba-tiba merasakan kepala yang sakit luar biasa. Dengan cepat Anna kemudian menelpon ayahnya untuk di antar ke Rumah Sakit. Sesampainya Anna di rumah sakit, betapa terkejutnya Anna dan Ayahnya setelah mengetahui penyakit yang sedang di derita dirinya.
Dokter mengatakan bahwa Anna mengidap penyakit Alzheimer di mana penyakit ini merupakan gangguan otak secara bertahap yang akan menghancurkan memori dan kemampuan berpikir hingga menghancurkan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas rutin. Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Anna kemudian memeluk ayahnya sambil menangis. Dalam pelukan ayahnya ia berkata kepada ayahnya untuk berjanji tidak memberi tahukan penyakitnya kepada Alex. Sebab Anna tak ingin membebani, apalagi Anna harus melupakan Alex bersama kenangan-kenangan yang telah mereka lalui.
Sekembalinya Anna ke rumah, Alex telah menunggunya di ambang pintu sambil mencemaskan keadaan Anna yang tiba-tiba hilang dari rumah. Sambil menahan air mata Anna coba menjelaskan bahwa ia hanya pergi keluar mencari udara segar. Tanpa curiga sedikitpun Alex kemudian memeluk Anna sambil berbisik kepada Anna, "Anna jangan tinggalkan aku."
Kondisi Anna akhirnya mulai memburuk ingatannya akan Alex dan semua kenangan keduanya akhirnya mulai hilang, karna tak ingin semua ingatan hilang begitu saja dan tak ingin Alex mengetahuinya, Anna akhirnya menghubungi Ayahnya untuk membawanya pulang.
Sesampainya Alex di rumah ia mendapati Anna yang tidak berada di sana, ia kemudian keluar mencari Anna kesana-kemari namun ia tak menemukan Anna. Alex kemudian menghubungi Anna dan semua Keluarga Anna maupun orang-orang terdekat, namun tak ada satupun yang mengetahui Anna. Dengan perasaan hancur dan juga sedih yang begitu mendalam Alex harus menerima semua kenyataan bahwa Anna tak lagi mencintainya dan malah pergi meninggalkan dirinya.
8 bulan berlalu, di malam hujan yang begitu deras Alex yang menyendiri di sudut jendela dengan tatapan kosong, ia kemudian mengingat kembali semua kenangan yang pernah ia dan Anna lalui bersama.
Tanpa sengaja Alex melihat sebuah kertas keterangan dari dokter yang terjatuh di bawah lantai. Alex kemudian membuka baca kertas pernyataan tersebut, dengan perasaan hancur dan bersalah Alex akhirnya mengetahui mengapa Anna pergi meninggalkannya.
Alex kemudian menghubungi Ayah Anna dan menanyakan keberadaan Anna, Namun ayah Anna tidak menanggapi omongan Alex dan menutupi teleponnya. Pada keesokan paginya Alex berdiri melihat pantai sambil menangis namun tiba-tiba datang ayahnya Anna.
"Anna ada di rumah ayah. Maafkan ayah yang telah menutupi keberadaan Anna. Namun sekarang kau harus menemui dirinya, ia sangat membutuhkanmu". Tibanya Alex di kediaman Anna, ia kemudian langsung di antar kekamar. Alex kemudian memanggil Anna, namun Anna yang kini telah kehilangan ingatan dan telah terpuruk dalam kondisinya sekarang ia hanya bisa terbaring sambil mengingat siapa Alex.
Namun di saat Alex akan memeluknya, Anna akhirnya mengenali siapa Alex lewat aroma parfum yang di pakainya walaupun ia tidak bisa menyebutkan nama Alex. Sambil menangis Anna kemudian memeluk Alek sekuat mungkin sambil mengucapkan "maafkan Aku atas semuanya, namun aku akan selalu mengenal aroma yang kau kenakan ini. Tolong jangan tinggalkan aku."Sambil menahan air mata Alex kemudian mengendong Anna untuk membawanya pulang. Namun takdir harus berkata lain, Anna akhirnya harus meninggal dalam dekapan pelukan Alex.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini