Detail Opini Siswa

LIBURAN

Sabtu, 5 April 2025 04:45 WIB
  37 |   -

                                                           Lusia Hingi Bolen

Liburan semester adalah hari terindah. Aku dan mungkin juga semua teman-teman merindukan masa liburan ini. Liburan menjadi momen untuk berkumpul bersama teman-teman sekampung bagi yang bersekolah di luar daerahnya maupun dalam daerah. Liburan di desa bisa dimanfaatkan melalukan perjalanan ke tempat keluarga yang paling asri dan nyaman dengan suasana alam pedesaan.

Namun, beberapa kota di provinsi ini, kebanyakan hampir tidak bisa dibedakan wajah kotanya dengan alam pedesaan. Artinya sama-sama masih terbelakang. Dan memang demikian kenyataannya.

Mungkin para pejabat lebih sibuk dengan membangun rumah dari pajak masyarakat tanpa memedulikan pembangunan kotanya. Aku meyakini itu. Dari berbagai laporan yang diikuti di media masa, tidak sedikit para pejabat di Nusa yang katanya paling indah ini melakukan tindakan korupsi. Tetapi, sudahlah. Semoga generasiku nanti tidak melakukan praktek demikian.

                                                                                                      ***

Liburan semester kali ini, aku bersama keluarga berlibur ke kampung halaman, yaitu pulau Adonara. Adonara adalah desa kelahiranku. Sebuah desa yang dengan ramah merekam tangis pertamaku di bumi ini. Tepatnya di desa Lambunga Kecamatan Klubagoli aku dilahirkan. 

Kami menyeberangi lautan di sepanjang pesisir pantai Lembata. Di Pulau Lembata ini, kedua orang tuaku bekerja dan aku mengenyam pendidikan di salah satu ternama . Orang menyebutnya Lewoleba sebagai ibukota kepulauan Lembata. Namun, kota tabah yang sudah belasan tahun berpisah dari Kabupaten Folres Timur  kini sengkarut dengan masalah pembangunan dan korupsi.

Kapal pun bersandar di pelabuhan Waiwerang setelah dua jam berlayar. Setibanya di rumah,  kami menyimpan barang bawaan. Beristirahat sejenak, melepas lelah. Kurang lebih dua puluh menit kami beristirahat, kami langsung membersihkan dan membereskan interior rumah yang tampak kotor dan berdebu. 

Sejak liburan Natal setahun lalu, rumah kelahiranku memang tidak terawat.. Selepas membereskan rumah, kami sekeluarga duduk di beranda. Bapak menyulut rokoknya dengan santai. Aku meraih telepon genggam, sekadar ingin menanyakan kabar teman-teman yang sedang berlibur.

Rumah yang kami kunjungi ini, sudah banyak merekam semua peristiwa masa kanak-kanakku. Aku mengingatkan semua peristiwa kanak-kanakku di kediaman ini. Di tembok dinding, terlihat foto-foto masa kecilku berjejer setara dengan wajah ibu dan ayah sewaktu masih muda. Aku ingat kenangan di balik foto tersebut. Tapi, sudahlah. Semua sudah kulewati.

 

                                                                                          ***

Kami mulai bergegas membersihkan diri untuk bersiap-siap mengikuti perayaan misa malam Natal. Ada kerinduan yang mendalam untuk mendaraskan nyanyian dan permohonan di masa Natal tahun ini.

Setelah selesai merayakan Natal, Aku hanya berada di rumah sepanjang hari hingga pada tanggal 31 Desember. Bapak dan mama mulai mengunjungi tetangga yang kami tinggalkan setahun setahun lalu. Keakraban masih terjalin indah di linguknganku. Bapa bertamu ke tetangga atau sesekali ada teman-temannya bapak bertamu ke rumah kami. Kopi dan jagung titi adalah suguhan utama jamuan kami di kampung ini.

Tahun baru selalu menyenangkan bila dirayakan di kampung halaman sendiri. Hari itu juga adalah perayaan syukur atas pencapaian selama satu tahun silam. Waktu yang merekam semua usaha dan kerja keras. Maka patutlah usaha itu dibayar dengan jamuan yang spesial.

Tepat pada siang hari, aku dipanggil oleh sepupu untuk membantunya memasak persiapan malam tahun baru. Kami sekeluarga akan menegadakan makan malam bersama. Setelah makan bersama malam itu, kami langsung beranjak ke tempat pesta dan ikut merayakan tahun baru bersama penduduk desa Lambunga. Acara itu berakhir ricuh, sebab pemuda kampung membuat kekacauan.*

 

 

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini