Detail Opini Siswa

LONCENG GEREJA

Jumat, 4 April 2025 10:58 WIB
  85 |   -

                                                                       Rasti Sogen 

                                                                         Kelas X-A

 

Pagi itu di hari Minggu, burung-burung berkicau, matahari pun mulai menampakkan dirinya di balik awan pagi. Terdengar lonceng Gereja berbunyi, "tenggg tengg". Aku buka kedua mataku dan tanganku meraba-raba kasur mencari hp yang semalam ditinggalkan begitu saja.

"Aduh, semalam hp ku taruh di mana ya?" Karena belum juga menemukannya, akupun memutuskan untuk keluar kamar mencari angin segar. "Ehh, sudah bangun?" kata ibuku. "Iya  bu, sudah bangun. Apa ibu lihat hp aku?", ibu menjawab dengan ekspresi kebingungan "enggak tuh, semalam ditaruh di mana?"

"Di kasur, tapi pagi ini udah ga ada", jawabku. Ibu menyuruh aku untuk  sarapan, "ya sudah kamu sarapan dulu". Aku memutuskan untuk sarapan dulu, lalu kemudian siap-siap ke gereja."Hmm okelah, tapi nanti ibu bantuin aku cari hp yaa!!","hmm iya". Entah mengapa walaupun makanan yang dibuat ibu begitu-begitu saja, tapi di lidahku, itu adalah makanan paling enak yang pernah aku makan.

"Ibu aku mandi dulu ya" kata ku sambil mengambil handuk yang tergantung di jemuran. "Iya, jangan lama-lama nanti telat ke Gerejanya", kata ibu sambil menggoreng beberapa ikan untuk ayah dan adik-adikku yang akan pulang dari Gereja. Ayah dan adik-adiku memang lebih suka gereja pagi, mungkin agar lebih banyak waktu untuk bisa beraktivitas di rumah.

Setelah selesai mandi aku memakai baju Gereja yang sudah  disiapkan dari semalam. Persiapan ini aku lakukan agar tidak buru-buru ke Gereja. Setelah cukup lama berdandan, aku langsung mengambil alkitab dan mencari injil hari ini. Tidak lupa menyisipkan uang derma. Tepat pukul 7:30, aku berangkat ke gereja, tidak lupa menyalimi tangan ibu.

 

 

 Kurang lebih 2 Jam di Gereja, aku merasa ada sesuatu yang menarik. Ya, aku merasa aku sangat serius mengikuti misa di Gereja. Aku bernyanyi bersama, merenungkan khotbah, berdoa dengan serius dan pulang dengan jiwa penuh roh kudus. Ini terasa aneh, aku tidak biasanya merasa seperti ini. Sampai di rumah, aku langsung menagih janji ibu mencari hp ku.

"Bu, sudah dicarikan hpku ". Ibu menoleh pada ku, sambil tersenyum menyeringai, "ini hp mu, ibu ketemu tadi pas lagi nyapu", ucap ibuku sambil menyodorkan hp dengan kesing merah muda itu. "Loh!? ibu ketemu di mana?", kata ku sambil mengambil hp di tangan ibu, "itu loh di bawah bantal kamu, makanya liatnya teliti dong".

Aku gegas men-scrool tik tok, membuka wa, dan media sosial lainya. Di sini aku mulai sadar, bahwa aku bahkan belum mengganti baju semenjak tiba dari Gereja. Di titik ini aku mulai paham, hp memang penting dalam kehidupan sekarang yang semakin modern. Namun tanpa kita sadari hp telah membuat kita melupakan banyak hal, baik itu pelajaran, waktu bersama keluarga dan teman, dan juga waktu untuk berdoa dan bertemu dengan Tuhan.

Akupun memutuskan untuk meletakkan hpku di atas meja, mengganti bajuku, dan keluar untuk bermain bersama adik-adiku. Ibu kebingungan melihat aku yang keluar bermain bersama adik-adiku. Menurutnya tidak biasa aku seperti ini. "Kakak, tumben gak main hp di dalam kamar?","gapapa bu, hari ini lagi gamau pegang hp, lagi mau main sama adik".

Ibu ku tersenyum dan menepuk pundak ku, "sering-sering gini lah, biar bisa lebih banyak waktu buat keluarga".  Aku yang mendengar itu, merasa sangat sedih karena aku yakin, ibu berkata seperti itu karena aku terlalu banyak menghabiskan waktu ku sendirian, bermain hp hingga lupa waktu. "Siap ibu yang cantik", kataku sambil merangkulnya.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini